Papua Adalah Provinsi yang Paling Tidak Bahagia di Indonesia

615

Calon Gubernur Papua nomor urut 02, Jhon Wempi Wetipo saat memaparkan Visi dan Misi. Foto: Arie Bagus/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Calon gubernur Papua nomor urut 02, Jhon Wempi Wetipo mengungkapkan bahwa Papua adalah provinsi yang paling tidak bahagia di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya presentase penduduk miskin di Papua yang mencapai 27.62%.

Hal tersebut diungkapkan Wetipo sebelum memaparkan visi dan misinya untuk membangun Provinsi Papua lima tahun kedepan dalam Rapat Paripurna Istimewa Pemaparan Visi dan Misi Pasangan Calon Gubernur Papua Periode 2018-2023 yang digelar di Gedung DPR Papua, Selasa (06/03/2018).

Sementara untuk Indeks Kebahagiaan Papua dikatakannya hanya mencapai 64,97 %. Artinya, lebih rendah dari Indeks Kebahagiaan Indonesia yang mencapai 69,51 %.

Disebutkannya Indeks Kebahagiaan Papua pun lebih rendah dari Indeks Kebahagiaan Papua Barat yang mencapai 71,27%.

Walaupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tapi jika dihitung sejak 2012-2016 merupakan nilai paling rendah dari seluruh provinsi di Indonesia. Pada 2016, IPM Papua hanya 58,05, bahkan lebih rendah dari Papua Barat yang mencapai 61,72 di tahun 2016. Sementara IPM nasional angkanya mencacpai 70,18%.

Untuk itu, jika pasangan JOSUA ini terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018-2023 yang  merupakan pilihan rakyat, maka akan mewujudkan masyarakat Papua yang cerdas, damai dan berdikari dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Dengan memiliki akal budi yang luhur, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Papua, bersama  menciptakan suatu kondisi kehidupan yang aman, tenteram, rukun, dan tidak lagi bergantung kepada orang lain.

“kami yakin masyarakat Papua telah mampu menjadi pelaku pembangunan, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mampu melakukan kerjasama yang saling menguntungkan sehingga masyarakat Papua memiliki Pendapatan yang pasti dalam hidupnya,” kata John Wetipo

Keyakinan itu, bagi pasangan Jhon Wempi Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (JOSUA) karena masyarakat Papua memiliki kematangan spiritual, sehingga harapan dan usaha dalam memenuhi kebutuhan dasarnya dapat terwujud dan berkelanjutan.

Sementara untuk melindungi hak dasar masyarakat Papua dan memperkokoh kebhinekaan dengan mengembangkan norma kehidupan beragama yang toleran, harmonis dan saling menghormati dengan didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Hal lainnya dalam visi dan misi pasangan JOSUA yang akan membawa perubahan bagi masyarakat Papua adalah meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas; Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi; Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur; Mengelola sumber daya alam yang berkualitas, lestari dan berkelanjutan; Membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (Good and Clean Governance), serta efektif, demokratis dan terpercaya. [Abe]