
SENTANI, PapuaSatu.com – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan mulai tahun depan pihaknya akan menetapakan Distrik sebagai pusat data, pelatihan, pemberdayaan dan pusat pelatihan, pusat pemberdayaan, pusat data dan pusat informasi.
“Jadi tahun depan kita sudah menetapkan bahwa distrik menjadi pusat pelayanan. Oleh karena itu ada sejumlah kewenangan yang akan kita turunkan ke distrik untuk menanganinya, agar distrik akan menjadi jembatan bagi kami pemerintah dan masyarakat di kampung,” ucap Bupati Mathius kepada wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Senin (17/12/2018) siang.
Dikatakannya, penilaian tingkat kemiskinan paling besar di indonesia ada di Papua dan kalau di pilah lagi antara Orang Asli Papua (OAP) dan non Papua itu lebih jau lagi.
“Nah, kami ambil kebijakan distrik sebagai pusat pelayanan public. Tentunya akan sangat menolong untuk mengatasi kesenjagan-kesenjangan itu dan dapat di dampingi dengan baik oleh distrik,” ungkapnya.
Bupati Mathius berharap apa yang telah di programkan pihaknya ini bisa di dukung oleh banyak pihak, agar otonomi khusus di tanah papua ini mempunyai isinya yang baik dan kesejateraan masyarakat kampung itu bisa terwuju. [tyi/loy]










