BKAD Jayapura sosialisasikan implementasi transaksi non tunai

0
182
Caption : Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, saat membuka kegiatan sosialisasi implementasi transaksi non tunai di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Sabtu (2/3/2019) pagi.
Caption : Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, saat membuka kegiatan sosialisasi implementasi transaksi non tunai di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Sabtu (2/3/2019) pagi.

SENTANI, PapuaSatu.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura menosialIsasikan Implementasi Transaksi Non Tunai dalam belanja APBD Kabupaten Jayapura Tahun 2019, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Sabtu (2/3/2019) pagi.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan terhadap transaksi non tunai dalam belanja APBD di Kabupaten Jayapura kini sudah ketinggalan jauh dibandingkan daerah-daerah lain.

“Saya berharap dengan pertemuan ini bisa  memulai proses penerapan transaksi non tunai dalam belanja APBD yang dimulai sejak adanya peraturan bupati pada bulan Februari 2019,” kata Mathius Awoitauw saat membuka kegiatan sosialisasi implementasi transaksi non tunai.

Adapun narasumber yang hadir pada sosialisasi ini Drs. Syarifuddin, dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah dan pihak perbankan.

Lanjut Mathius, perkembangan teknologi informasi yang diikuti dengan tingkat persaingan Bank yang semakin tinggi mendorong sektor perbankan atau non Bank untuk semakin inovatif dalam menyediakan berbagai alternatif jasa pembayaran non tunai.

“Ini penting, karena membantu kita untuk percepatan-percepatan kerja-kerja kita. Jadi, kalau pelayanan publik kepada masyarakat ini menjadi tanggung jawab kita yang harus kita selesaikan dengan baik, maka mau tidak mau ini harus kita lakukan dalam waktu yang cepat,” kata Mathius.

Lebih lanjut disampaikan bupati dua periode ini bahwa sistem pembayaran yang efisien dapat diukur dari kemampuan dalam menciptakan biaya yang minimal untuk mendapatkan manfaat dari suatu kegiatan transaksi.

“Saya berharap melalui transaksi fisik yang sudah mulai digantikan, nantinya akan merubah perubahan transaksi tunai menuju transaksi non tunai dengan keuntungan yang diperoleh negara melalui penghematan biaya transaksi,” pungkasnya. [mi]