Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura Bahas Pengembangan Pangan Lokal

0
107
Caption : Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Giri Wijayantoro,ketika menabuh tifa sebagai tanda di bukanya acar FGD, di hotel Horex sentani, Rabu (16/10/2019) siang. Foto : Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com
Caption : Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Giri Wijayantoro,ketika menabuh tifa sebagai tanda di bukanya acar FGD, di hotel Horex sentani, Rabu (16/10/2019) siang. Foto : Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com

SENTANI, PapuaSatu.com –  Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura membahas ketahanan dan pengembangan Pangan Lokal melaluk kegiatan focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung, di Hotel Horex Sentani, Selasa (16/10/2019) siang.

Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, mengatakan, dalam pengembangan lokal di Kabupaten Jayapura harus ada perlindungan untuk merawatnya sehingga pengembangan pangan  berjalan sesuai harapan baik Pemerintah maupun masyarakat.

“Dengan adanya diskusi kali ini, kita bisa merawat dan menjaga potensi pangan lokal untuk dikembangkan. Salah satunya hutan Sagu yang kita miliki ini, bisa lebih produktif pada alam itu sendiri,” ucap Wabup Giri Wijayantoro.

Menurutnya, dalam memproduktifkan pangan lokal harus ada campur tangan manusia didalamnya agar bisa produktif seperti di tempat yang lain seperti pengembangan Pangan di Riau yang begitu pesat.

“Saya pikir kita punya hutan sagu yang cukup, hanya saja tinggal kita menjaga dan merawatnya agar produksinya bisa lebih baik lagi dari yang sebelumnya, oleh karenanya maka saya mengajang seluruh masyarakat lokal untuk turut berpatisipasi menjaga hutan sagu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, Ir. H., Dodi Sambodo Samiyana, mengatakan, Tanaman Kakao, Sagu dan Ikan. Tiga pangal lokal ini menjadi andalan ekonmi, tapi masih menjadi masalah.

Pasalnya, lanjut Giri,  Sagu ingin dijadikan industri namun lahannya sangat terbatas. Oleh karena itu ia mengajak kepada semua pihak untuk membudidayakan  dengan membuaat satu formulasi yang sangat mata.

Untuk itu, Giri berharap agar pengembangan pangan yang bermasalah tersebut dapat diatas lebih baik dari yang sekarang.

“Jadi apa yang kita lakukan kegiatan hari ini bertujuan untuk mengembangkan pangan lokal berbasis sagu, pengembangan hulu hilir kakao, dan pengembangan ikan,” ungakap Dodi kepada wartawan usai kegiatan. [tinus]