Empat Pasutri Jemaat GIDI Ekllesia Milinik Ikut Pemberkatan Nikah

Empat Pasutri Jemaat GIDI Ekllesia Milinik Ikut Pemberkatan Nikah

Caption : Suasana saat Hamba-hamba Tuhan mendoakan 4  Kepala keluarga yang melakuka  Pemberkata Nikah, di Gedung Gereja GiDi Ekllesia Milinik. Minggu (27/5/2018) siang. Foto : Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com

SENTANI, PapuaSatu.com –  Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Ekllesia Milinik melakukan pemberkatan nika kepada empat pasangan suami istri (Pasutri) , pada Minggu (27/5/2018) siang.Pemberkatan nikah yang berlangsung di  Gidi Ekllesias Milinik Sentani, sebagai salah salah satu untuk menyatukan pasangan hidup suami istri yang dilandasi dengan nama Tuhan Allah.

Gembala GIDI Ekllesia Melinik Band Wakur, mengatakan pemberkatan nikah pasangan suami istri ini dilakukan  setiap tahun sekali, dengan tujuan untuk memenuhi Hukum Tuhan.

“Pernikahan adalah wajib sebagai tuntutan Tuhan, seperti yang tercatat di dalam kitab (Kejadian 2:24) yang berkata seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging,” ucap Gembala Band Wakur kepada PapuaSatu.com usai ibadah Pemberkatan Nikah.

Ia menuturkan, pemberkatan nikah ini disatukan dengan nama Tuhan Allah, yang tidak bisa diceraikan oleh manusia hingga maut yang dapat memisakan mereka.

“Kita sudah menyatukan pasangan suami istri dan sudah disahkan dan disatukan oleh Tuhan Allah. Jadi  Apabila Tuhan sudah menyatukan maka tidak ada satupun yang dapat menceraikan mereka hingga sampai maut yang memisahkan mereka,” ujarnya Wakur

Sementara itu, empat kepala keluarga yang mengikuti pemberkatan nika, yakni Yagabu Wakur berserta istri, Nagatius Kogoya beserta istri, Deson Enembe berserta istri dan Yosko Enembe berserta Istri, ini harus bisa menjadi contoh buat Kepala keluarga yang lainnya.

Karena menurutnya merekalah yang menjadi pemimpin di setiap keluarga mereka Masing-masing dan keharmonisan keluarga itu bergantung  pada mereka.  [tyi/loy]