Jemaat Anugerah galang dana pembangunan Gereja

Caption: Terlihat saat jemaat memberikan sumbangan ke dalam Noken, pada Rabu (13/6/2018) sore. Foto : Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com

SENTANI, PapuaSatu.com –  Jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Anugerah,  menggelar penggalangan dana dalam bentuk acara makan sumbang untuk pembangunan Gedung Gereja Klasis Silop Sentani kabupaten Jayapura.

Ketua Klasis Siklop Sentani, Reinar Ohe, mengatakan dirinya sangat mengucap syukur dan berterimakasih kepada Jemaat Anugerah, karena dengan kekuatan iman mereka dengan berani mencoba membangun gedung gereja yang ukurannya bisa menampung 60 ribu orang.

“Kami badan pekerja klasis mengucapkan terimaksih kepada jemaat Anugerah karena kami klasis siklop Sentani sangat membutuhkan gedung gereja yang besar,” ucap Reinar Ohe kepada PapuaSatu.com, Rabu (13/6/2018) sore.

Menurutnya, persatuan dan kesatu hati yang baik ini, tentunya gedung gereja yang akan dibangun pasti akan membangkit semangat umat karena semua yang dilakukan demi kemuliaan nama Tuhan.

Untuk itu ia berharapa kepada panitia pembangunan gedung gereja bisa mengelola keuangan dengan penuh ucapan syukur dan baik, karena dengan sedikit yang diberi ini dan apabila digunakan dengan baik tentunya Tuhan  mempunyai rencana untuk memberikan berkat yang berkelimpahan.

“Harapan saya dana yang baru di sumbang ini, jematan anugra dan panitia bisa dapat menggunakan dengan baik, karena ini pembangunan rumah Tuhan,” harapnya

Sementara itu, Wakil Ketua  Komisi lll DPR Papua, Agus Kogoya, S.IP, M. Si, yang juga sebagai Kader GIDI, menuturkan, dasar dari budaya orang tua dulu itu tidak pernah mempersiapkan sesuatu untuk membangun rumah Tuhan, tetapi mereka lakukan itu seperti yang kita saksikan saat ini.

“Jadi yang sekarang kalau kita mau bandingkan dengan aturan Pemerintah, itu beda karena pemerintah itu sebelum buat harus di alokasikan dana dulu, tetapi kalau GIDi itu membangun Rumah Tuhan itu, di dasari dengan Iman,” ujar Agus Kogoya

Lanjutnya, acara makan sumbang ini, bukan hal yang baru akan tetapi sudah menjadi budaya orang gunung secara turun temurun, sehingga sebagai bentuk gotong royong dalam membangun rumah Tuhan, oleh sebap itu Dengan sendirinya Tuhan selalu ada.

“Jadi kalau ada jemaat GIDI yang meminta bantuan, itu mereka biasa mengundang jemaat lain untuk meminta semumbangi, baik itu berupa apa saja, untuk membangun rumah Tuhan. Dan saya selaku kader GIDI mengucapkan banyak terimakasih kasih kepada Tuhan Karena orang tua bisa buat hal seperti ini,” pungkasnya. [tyi/loy]