Kapolres : Banyak Masyarakan Paham Aturan Berlalu Lintas Tapi Tidak Patuh

0
104
Kendaraan truk pengangkut material yang juga menjadi sasaran penertiban lalu lintas oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura, Kamis (20/02/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam beberapa mingu terakhir, aparat Polres Jayapura semakin menggiatkan razia kendaraan, tidak saja pengendara roda dua, tapi juga pengendara roda empat, terutama angkutan umum (taksi).

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Macbon mengungkapkan, pihaknya mendapati banyak pelanggar yang terjaring, lebih dikarenakan ketidakpatuhannya terhadap aturan-aturan dalam berlalu lintas.

“Dan memang masih banyak masyarakat kita yang masih belum patuh. Mereka paham tapi tidak patuh. Ini menjadi perhatian,” ungkapnya saat ditemui wartawan di VIP Room Bandara Sentani, Kamis (20/02/20).

Dalam razia kendaraan bermotor yang menjadi tugas pokok Satuan Lalu Lintas, selain kendaraan roda dua, seperti tidak mengenakan helem, tidak ada plat nomor kendaraan, surat-surat kendaraan, dan lain-lain, juga  mengedepankan angkutan umum (taksi-taksi) gelap.

“Yang tidak ada ijin trayek, ataupun tidak ada surat-surat kelengkapan kendaraan,” jelas Kapolres.

Disinggung tentang apakah ada kendaraan hasil curian yang juga terjaring dalam razia beberapa hari terakhir, Kapolres Macbon mengungkapkan, banyka kendaraan yang terindikasi Curanmor ditemukan.

“Dan memang kta sinergikan Satuan Lalu Lintas dengan reserse, juga dengan Polres Kota dan Keerom bersinergi untuk melakukan pengungkapan Curanmor, salah satunya melalui kegiatan Razia,” ujarnya.

Data terakhir dari razia ada 101 pelanggar yang terjaring dalam empat kali razia digelar Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura selama satu hari, yang dipimpin Kasat Lantas AKP Andika Temanta Purba, SH., S.IK di empat tempat dengan waktu yang berbeda dari pukul 07.30 Wit (pagi) hingga pukul 15.30 Wit di Sentani, Kamis (20/02/20).

Diawali dengan kegiatan hunting system yang dilaksanakan di depan Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura, sebanyak 26 kendaraan yang terdiri dari roda dua 19 kendaraan, 5 kendaraan pribadi, taksi 1 dan 1 pengemudi truck.

Dilanjutkan dengan siang hari,  hunting system di depan Pos Polantas Pati 1 pertigaan Bandara Sentani, sebanyak 17 pengendara sepeda motor terjaring.

Kemudian patroli jalan raya di seputaran wilayah Kota Sentani, yang mendapati 2 mobil angkutan umum/taksi dengan pelanggaran ngetem, menaikkan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya yang telah ditentukan.

Dan pada sore harinya razia (hunting stasioner) digelar di depan Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura , ada 56 kendaraan terjaring, dengan rincian roda dua 46, kendaraan pribadi 3, taksi (angkutan umum) 1, serta kendaraan roda enam truck sebanyak 6 pengemudi.

Dari pantauan lapangan, tampak masih puluhan pengendara yang berupaya menghindar, dengan berhenti saat melihat ada polisi di pinggir jalan raya.

Kasatlantas Polres Jayapura AKP Andika T. Purba mengungkapkan bahwa penertiban dan penindakan para pelanggar lalu lintas akan terus dilaksanakan hingga para pengendara di Kota Sentani dapat tertib berlalu lintas.

“Tidak bosan kami mengingatkan bahwa kecelakaan berawal dari pelanggaran, maka dari itu mari bersama hindari pelanggaran dan jadikan tertib berlalu lintas menjadi suatu kebutuhan bersama,” imbaunya.[yat]