Kuatkan Ekonomi, Pemkab Jayapura Bentuk Komoditas Sakai

0
124
Kepala Dinas perkebunan dan peternakan Kabupaten Jayapura Dodi Samyana
Kepala Dinas perkebunan dan peternakan Kabupaten Jayapura Dodi Samyana

SENTANI, PapuaSatu.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura membentuk komoditas Sagu Kakao Ikan (Sakai), sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Jayapura. Hal ini menjadi suatu kekuatan ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura.

“Pak Bupati Jayapura jadikan komoditas ini sebagai kekuatan dan andalan ekonomi masyarakat, padahal komoditi Sagu Kakao dan ikan ini sudah banyak mengalami masalah,” ungkap Kepala Dinas perkebunan dan peternakan Kabupaten Jayapura Dodi Samyana kepada wartawan di Sentani, Sabtu (19/10/2019) siang.

Dikatakannya, komoditas tersebut merupakan beberapa komoditas unggulan di Kabupaten Jayapura bahkan pernah meraih masa kejayaannya, misalnya sagu. Meski menjadi satu komoditas unggulan tetapi saat ini keberadaan sagu di Kabupaten Jayapura sudah mulai berkurang.

“Jadi saya pikir ini disebabkan karena budaya konsumtif yang lebih besar ketimbang membudidayakannya, belum lagi ada upaya perambahan hutan sagu yang dilakukan sehingga menambah kurangnya lahan sagu di Kabupaten Jayapura,” Ujar Dodi

Beberapa waktu lalu dinas perkebunan dan peternakan Kabupaten Jayapura sudah melakukan kegiatan forum group discussion dengan melibatkan sejumlah pakar dan ahli dari beberapa komoditas tersebut.

Lanjutnya, ada beberapa ringkasan FGD Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu di Kabupaten Jayapura  16 Oktober 2019 itu, yakni pertama, perlu inventarisasi sagu di Kabupaten Jayapura untuk mengetahui luas areal sagu, dan kualitas tepung atau pati, dan produksi per pohon.

Kedua, pemanfaatan tepung  sagu dapat berupa pati yang kemudian dijual atau dijadikan bahan baku industri rumah tangga, dan yang ke tiga Hasil inventarisasi sagu hendaknya didaftarkan ke PVT Kementerian Pertanian.

Kemudian yang ke empat, perlu didirikan techno park yang kegiatannya antara lain yaitu, penanaman plasma nutfah sagu, dan percontohan pengelolaan sagu secara terintegrasi dengan ternak, ikan, palawija, dan tanaman hortikultura.

Kelima, untuk meningkatkan keterampilan petani sagu dari hulu sampai ke hilir, perlu adanya  pelatihan-pelatihan serta pendampingan.

keenam, perlu adanya grand design dalam rangka mengembangkan sagu yang berisi penataan kembali tata ruang Kabupaten Jayapura, kawasan ekonomi terpadu yang melibatkan petani, pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas dan  pemasaran;

ketujuh, untuk mengembangkan kawasan sagu perlu keterlibatan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, peneliti dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuka masyarakat, pengusaha, koperasi, bank, serta  wartawan/pers.

Selapan, sagu hendaknya diusahakan dari mulai hulu sampai ke hilir dengan melibatkan dinas-dinas yang terkai dan sembilan, perlu penanaman ulang kawasan sagu yang terbakar dan penggantian areal sagu yang  sudah berubah fungsi menjadi pemukiman.

“Kemudian yang tidak kalah pentingnya perlu adanya perencanaan tentang apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, dan  kapan akan dilaksanakan, saya pikir hal ini perlu kita perhatikan bersama, ” ujarnya. [tinus]