Pemuda Gereja Minta Penerimaan CPNS Formasi 2018 di Pemkab Jayapura Akomodir OAP

0
242

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam rangka mengantisipasi terjadinya konflik sosial ditengah-tengah masyarakat. Pemuda Gereja meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mengakomodir Orang Asli Papua (OAP) dalam perekrutan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) formasi 2018 diwilayah Pemkab Jayapura.

Permintaan ini disampaikan langsung oleh Ketua Pemuda Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Ekllesia Milinik, Jerby Weya, S.IP.

“Otsus sudah berakhir pada tahun 2021. Saya minta disisa waktu yang ada meminta agar Pemerintah kabupaten Jayapura lebih mengutamakan OAP dalam penerimaan CPNS,” katanya kepada PapuaSatu.com, Senin (27/5/2019).

Ia mengatakan, perekrutan CPNS formasi 2018 ini merupakan satu peluang yang besar bagi OAP, karena otsus yang kita punya ini kurang dua tahun lagi akan berakhir, jadi apakah otsua ini akan di lanjutkan atau tidak, itu merupakan satu pertanyaan besar buat OAP,” ucap Jerby Weya kepada PapuaSatu.com melalui pesan elektroniknya, senin (27/5/2019) malam.

Dirinya meminta khusnya pemeritah Kabupaten Jayapura bisa melihat hal ini secara baik agar perekrutan cpns ini bisa sesuwai target 80% untuk OAP.

“Mengapa harus kami bicara frontal soal hal ini, karena kami tidak mau seketika perekutan cpns hakirnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan Kemudian akan menjadi Bahan asumsi publik yang kurang bagus dan akan  bermuara terjadinya Konflik sosial atau gesekan sosial. Kita belajar dari Proses pemilu kemarin sehingga tidak terjadi Manerjilisasi di Birokrasi Kedepannya,” ujar Jerby.

“Saya membicarakan hal ini bukan karena soal minimnya Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi cpns 2019 ini berikanlah keberpihakan pada oap,” pungkasnya.

Melihat hal ini, Jerby berharap kaum Intelektual serta pemuda di Kabupaten jayapura harus angkat bicara dan harus kompak menagapi pesoalan ini debgan baik, sehingga perekutakan cpns di kabupaten jayapura dapat dapat mengakomodir OAP sesuai presentase yang diinginkan, agar kekompkan ini bisa mengawal kepentengan orang bayak.[tyi]