
SENTANI, PapuaSatu.com – Untuk mewujudkan tiga program utama yang berkaitan dunia internet di Bumi Khenambay Umbay, Pemkab Jayapura melalui Diskominfo menjalin kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Ketiga program utama tersebut adalah Sosialisasi Mis Internet Indonesia, kemudian mengenai Internet Desa (Kampung Mandiri) dan juga Sosialisasi Literasi Digital.
Terkait rencana kerjasama di bidang internet itu dikemukakan masing-masing pihak.
Pemkab Jayapura yang diwakili Plt. Kepala Diskominfo Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon dengan pihak APJII yang diwakili dua orang ketua bidangnya saat memberikan keterangan pers, di Ruang Rapat Kantor Diskominfo Kabupaten Jayapura, Kamis (31/10/2019) kemarin.
Gustaf Griapon, ST, menjelaskan, Pemkab Jayapura sangat konsen dengan tiga program yang telah disebutkan diatas. Segala daya dan upaya sedang diarahkan oleh Dinas Kominfo untuk mensukseskan tiga program tersebut.
Namun pihaknya menyadari, untuk mensukseskan program-program itu membutuhkan lembaga non pemerintah sebagai mitra dan salah satu yang digandeng oleh Pemkab Jayapura adalah APJII.
Diharapkan dengan adanya dukungan kerjasama dari APJII itu mampu mewujudkan program internet kampung, Mis Internet Indonesia dan literasi digital.
“Kami berharap melalui kerjasama ini untuk tiga program internet mampu mengedukasi warga terutama para operator internet dari setiap kampung yang ada di Kabupaten Jayapura. Serta minat kaum muda untuk mengikuti proses Mis Internet Indonesia dalam waktu dekat,” imbuhnya dengan nada penuh harap.
Di tempat yang sama, Ketua Bidang Event & Media Management APJII, Munch Rif’an menjelaskan, sebagai lembaga non pemerintah, pihaknya berkomitmen untuk bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura menjalankan program-program yang berkaitan dengan internet.
Dijelaskan, bentuk kerjasama itu diawali dengan melakukan sosialisasi mengenai kampung internet mandiri. Program internet kampung mandiri itu adalah suatu bentuk konsep pembangunan infrastruktur internet bagi masyarakat di kampung yang tidak mengadalkan dana dari pemerintah.
“Disini APJII dengan anggota-anggotanya akan membangun internet kampung masing-masing dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat Kampung. Partisipasi aktifnya adalah dengan mengajak Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) untuk bersama – sama APJII membangun infrastruktur internet kampung mandiri,” cetusnya.
Dengan demikian, lanjut Rif’an, banyak tujuan yang bisa didapat, diantaranya membuka askes bagi masyarakat guna menikmati internet. Selain itu, kebutuhan siswa-siswi sekolah terutama tingkat SMP di Kabupaten Jayapura aman mengikuti UNBK tahun 2020 mendatang, sebab tahun depan UNKB akan diikuti dengan sistem online.
Senada dengan Munch Rif’an, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga APJII, Eva Marlina memaparkan, program seminar dan literasi digital.
Dikatakan, antara soft skill dengan hads skliil harus seimbangan. Artinya kalau infrastruktur internet telah dibangun maka masyarakat akan memanfaatkannya sesuai kebutuhan masing.
Tetapi, harus masyarakat pahami bahwa internet memiliki efek, baik efek positif tetapi juga efek negatif.
Sehingga melalui seminar dan literasi digital ini akan disampaikan tentang pemanfaatan askes internet hendaknya digunakan secara bijak.
“Dengan rencana kita mengadaakn seminar literasi digital, maka kami harapkan masyarakat mengakses informasi melaklui intenet sudah bijak, kalau kami di APJII menyebutnya, internet Bersama (Bersih selektif dan aman),” pungkasnya.[mir/sony]










