Warga Kembalikan Bantuan Sabun Ke DPMK, Kadistrik : Itu Karena Warga Belum Paham

193
Beatrix Yabansabra
Beatrix Yabansabra

SENTANI, PapuaSatu.com – Kepala Distrik Sentani Barat, Beatrix Yabansabra menjelaskan, barang berupa sabun mandi dan sabun cuci pakaian yang dikembalikan ke DPMK oleh sekelompok warga pada Selasa (21/4/20), dipastikan tidak mewakili kelompok warga di Kampung Sabron Yaru.

Diketahui, warga yang mengbalikan itu belum menerima penjelasan mengenai pemanfaatan dana Rp 100 juta untuk penanganan Covid 19 ini.

“Sebenarnya barang-barang itu berasal dari sekelompok warga dan itu dijemput kembali oleh seorang warga untuk dibawa ke DPMK. Mereka beranggapan bahwa uang Rp100 juta ini hanya untuk beli sabun dan masker, padahal bukan seperti itu,” kata Beatrix Yabansabra  kepada wartawan di kantor Bupati Jayapura, Rabu (22/4).

Dia mengatakan, warga yang mengumpul dan membawa pulang barang-barang tersebut merupakan kelompok masyarakat yang tidak menghadiri sosialisasi yang dilakukan distrik maupun para kepala kampung terkait penggunaan dan manfaat alokasi dana desa senilai Rp.100 juta untuk tiap kampung.

“Kami sudah sosialisasi sebelumnya dan ada beberapa warga itu yang tidak dengar sosialisasi mengenai alokasi dana itu,” katanya.

Dia mengatakan, sebagaimana petujuk dari dinas terkait bahwa alokasi anggaran 100 juta tersebut diserahkan dalam bentuk barang senilai Rp 31 juta lebih dan Rp68 juta sekian digunakan dalam bentuk uang tunai untuk penanganan  covid 19 ini,” terangnya.

Ditegaskan, bahwa pada intinya lima kampung yang ada di Distrik Sentani Barat semuanya sudah menerima sabun pencuci tangan dan sabun cuci pakaian.  Dan sebagian besar kampung sudah mengerti tentang penggunaan alokasi dana Rp.100 juta.

Dikatakan, berdasarkan RAB penggunaan dana tersebut sebenarnya sudah diatur untuk biaya dari  masing masing kegiatan, yang didalamnya juga untuk pembelian bantuan bahan makanan bagi warga.

Hanya saja, Pemda lebih dulu menyalurkan sabun pencuci tangan untuk mempercepat pencegahan penyebaran Covid-19 di tingkat kampung.

Ditambahkan, pihaknya sudah bertemu dengan sejumlah warga Kampung Sabron Yaru dan memberikan penjelasan secara detail mengenai pemanfaatan dana Rp100 juta tersebut.

“Dan mereka baru paham  setelah ada komunikasi dan mereka akan mengambil kembali sabun dan Rinso itu,” tambahnya.[yat]