
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Charles Brabar, SE,M.Si mengungkapkan, selama 1 semester di tahun 2019, program Keluarga Berencana (KB) mencapai 57 persen.
“Selama 6 bulan terakhir ini telah mencapai 57 persen, hal ini akan menjadi bahan evaluasi pada pertemuan BKKBN tingkat nasional pada Senin (9/9/2019) di Jakarta,” ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jum’at (6/9/2019).
Selain mengevaluasi 57 persen kinerja BKKBN Provinsi Papua, ia juga akan mengevaluasi terkait upaya-upaya dalam mengembangkan program edukasi pemahaman terutama Program kampung KB yang ada Papua.
“Kita di Papua ini akan diperhadapkan dengan generasi emas Indonesia, pada waktu nya menjadi program besar, usia produktif mengambil bagian bonus demogratif. Bonus demografi Papua menjadi bonus demografi yang cukup panjang, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) juga kita kembangkan lebih mengembangkan aspek kesehatan sebagai pendekatan promotif, kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menerangkan, saat ini BKKBN tidak lagi fokus pada pembatasan kelahiran namun fokus pada KIE juga.
“Saat ini Program keluarga berencana merupakan Bagaimana masyarakat ketahui apa itu kualitas keluarga, lebih kepada Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sebagai bentuk kegiatan komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, masyarakat dan penduduk dalam program Keluarga Berencana (KB),” terangnya.
“Sudah bukan lagi bicara pembatasan kelahiran atau dulu di kenal dengan KB. Tidak ada lagi unsur paksaan ber KB, kita upayakan bagaimana ibu harus tetap sehat, ibu mampu merawat anak,” tutupnya. [ayu]










