Berkas Tersangka Penyalahgunaan Medsos Diserahkan ke Kejati Papua

629

Caption: Panit Cyber Crime DIt ReskrimSus Polda Papua, Ipda Hafni Nazla saat menyerahkan tersangka bersama barang bikti ke Kejati Papua, Senin (12/2/2018). (Humas/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Penyidik Subdit II Tipid Perbankan, TPPU dan KDM Direktorat Reskrimsus Polda Papua menyerahkan tersangka bersama barang bukti perkara informasi dan transaksi elektronik di bidang informasi dan transaksi elektronik ke Kejaksaan Tinggi Papua.

Penyerahan tersangka berininsial MY setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan tinggi Papua menyatakan berkas perkara sudah lengkap alias P21, sehingga tersangka bersama barang bukti diserahkan ke JPU untuk diproses lanjut.

“ tersangka MY diproses hokum karena telah melanggara aturan yang berlaku yakni, syarat materil dan syarat formil dalam berkas perkara dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan telah terpenuhi,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, Senin (12/2/2018).

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol Edy Swasono melalui Ipda Hafni Nazla, SH, MH selaku Panit Cyber Crime, mengatakan tersangka berinisial MY merupakan salah satu mahasiswa di perguruan tinggi Kota Jayapura.

“ MY diduga melanggar pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun,” jelasnya.

Kini, tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke keaksaraan tinggi yang diterima langsung oleh Jaksa Penuntut Umum Dedy Kurniawan, SH untuk diproses lebih lanjut. “ penyerahan tersangka dalam kondisi sehat,” katanya.

Dengan kasus ini, Ipda Hafni menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan Media Sosial. “Gunakan Media Sosial sebagaimana peruntukkannya, bukannya melakukan hal-hal yang tidak terpuji,” imbaunya. [humas/loy]