Cinderamata Khas Port Numbay Harus Bernilai Jual Tinggi

1017

Caption Foto : Wakil Walikota Jayapura Ir. Hj. Rustan Saru, MM, saat menyamatkan kartu tanda peserta kepada salah seorang pengrajin khas Port Numbay di BLKI Papua, Kamis (5/10/2017). (Rudolf/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna meningkatkan kreativitas berinovasi serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengrajin di Kota Jayapura, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kota Jayapura menggelar pelatihan usaha kerajinan cinderamata khas Port Numbay.

Pelatihan yang kurang lebih diikuti 30 pengrajin dari 10 kampung di Kota Jayapura ini berlangsung di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Papua, Kamis (5/10/2017).

Wakil Walikota Jayapura, Ir. Hj Rustan Saru MM  saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan bagi kepada para pengrajin dalam rangka pengembangan usaha dan peningkatan produktivitas di wilayah kampung-kampung di Kota Jayapura.

Bahkan pengrajin ini mampu mengefektifkan cinderamata sebagai aset daerah yang mendukung kepada pengembangan industri kreatif dan meningkatkan kewirausahaan, memperluas kesempatan kerja, serta peran pengrajin dalam menyediakan media promosi daerah.

“Cinderamata dari kampung-kampung ini adalah aset yang harus dipertahankan dan dijadikan sebagai aset yang bisa dipromosikan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Jayapura,” kata Rusta.

Dengan berbagai kreaktif yang dilakukan oleh pengrajin, maka diharapkan agar pelestarian cinderamata khas setiap kampung yang ada di Kota Jayapura dapat dikelola secara berkesinambungan agar memiliki nilai jual yang tinggi dengan kualitas dan mutu yang terbaik.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kota Jayapura, Daniel Mano menambahkan, masyarakat harus siap menghadapi era perdagangan bebas antara lain dengan peningkatan kreativitas dan penggalian potensi lokal agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung.

Dikatakan, saat ini Pemkot Jayapura terus berupaya membangun ekonomi dari sentra-sentra kerajinan sebagai basis ekonomi kerakyatan yang perlu dikembangkan.

Untuk itu dalam berkarya dan berkreasi perlu difasilitasi agar memberikan kesempatan kepada para pengrajin dalam mengembangkan karya-karyanya, sehingga strategi pemasaran yang tepat dari hasil kreativitas para pengrajin, akan membuat produksi kerajinan kita semakin dikenal didalam negeri maupun luar negeri. (rdf/nius)