Legislator Ingin Mahasiswa Papua Tak Hanya Terjun Didunia Pemerintahan dan Politik

536

Caption Foto : Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Nioluen Kotouki bersama anggota DPR Papua saat foto bersama dengan mahasiswa asal kabupaten Lanny Jaya Studi Jayapura, pada Jumat (6/10/2017). (nius/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Legislator Papua, Nioluen Kotouki menginginkan mahasiswa asli Papua agar tidak hanya terjun di dunia pemerintahan maupun politik ketika kelak mendapat gelar Sarjana.

“Kami ingin mahasiswa Papua membuka pikiran-pikiran baru untuk harus mampu bersaing, baik itu didunia usaha, perguruan dan lainnya agar tidak terombang ambing ketika tamat sarha,” ungkap Nioluen Kotouki kepada wartawan usai memberikan pemaparan seminar sehari kepada mahasiswa Lanny Jaya studi Jayapura di Ekspo Waena, pada Jumat (6/10/2017).

Nioluen yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, bidang Pendidikan dan Kesehatan ini menandaskan,  pihaknya sengajar menghadiri undangan dari  Dewan pengurus Himpunan Mahasiswa Kabupaten Lanny Jaya  dalam seminar guna memberikan kerangka pertimbangan pendidikan di Papua

Sekaligus memberikan catatan-catatan penting bagi adek-adek yang baru masuk untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi bidang Studi di Kota Jayapura. Apalagi, mahasiswa asal Lanny Jaya di studi Kota Jayapura hampir mencapai 500 orang.

“Ini sesuatu yang sangat luar biasa karena mahasiswa Lanny Jaya ingin ada perubahan pada diri mereka untuk mau maju dalam dunia pendidikan. Itulah sebabnya kami memberikan motivasi agar mahasiswa yang harus lebih memikirkan dari sekarang terhadap tujuan ketika tamat dan mendapat  gelar sarjana di studi Kota Jayapura,” katanya.

Anggota Komisi V DPR Papua, Nathan Pahabol ketika memberikan cinderamata kepada mahasiswa Lanny Studi Kota Jayapura, pada Jumat (6/10/2017). (Nius/PapuaSatu.com)

Iapun berharap, agar Mahasiswa tidak harus berharap untuk duduk di kursi DPR Papua atau di Pemerintatahan. “ harus dipertimbangan, apakah bisa masuk dalam dunia usaha maupun di dunia perguruan. Jangan fokus pada pemerintahan maupun politik, karena jika ada peluang maka terjadi pengangguran. Jadi setiap ada peluang harus masuk,” ajak Nioluen.

Pada kesempatan itu, Nioluen meminta kepada pihak Uncen agar tetap berkomitmen menerima orang asli Papua untuk masuk di Universitas Cenderawasih. “Hal ini juga merupakan permintaan dari adek-adek yang ingin melanjutkan kuliah di Uncen,” katanya.

Masalah penerimaan mahasiswa sistim Online,  Nioluen kembali meminta kepada pihak UNCEN agar tidak semua menerima mahasiswa melalui sistim online. Sebab, masih banyak daerah-daerah yang masih minim fasilitas Online.

“Artinya, pihak Uncen selalu mempertimbangkan soal penerimaan mahasiswa ke Uncen. Silahkan menggunakan sistim online tapi untuk di daerah-daerah yang kurang fasilitas harus digunakan sistim manual, agar adek-adek orang asli Papua bisa kuliah di Uncen,” pungkasnya. (nius)