Polda PB Sosialisasikan Bahaya Mercuri

MANOKWARI, PapuaSatu.com – Direktorat Binmas Polda Papua Barat melaksanakan Sosialisasi Bahaya Mercuri di Distrik Masni Kabupaten Manokwari.

Sosialisasi bahaya dari dampak penggunaan mercuri kepada warga masyarakat  setempat itu dilaksanakan,  Kamis (23/11/2017) di Aula Kantor Distrik Masni.

Direktur Binmas Polda Papua Barat AKBP Harri Muharram Firmansyah, sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada dilokasi sekitar tambang agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum, seperti penambangan illegal, penggunaan bahan-bahan berbahaya, contohnya mercuri yang dapat merusak kesehatan lingkungan hidup maupun generasi yang akan datang.

Lebih jauh Dir Binmas mengatakan,  mercuri merupakan zat berbahaya dengan konsentrasi yang tinggi serta sangat berbahaya bagi lingkungan maupun mahkluk hidup.

“Apabila mercuri masuk ke dalam tubuh manusia akan menyebabkan kerusakan permanen pada hati, otak dan ginjal. Efek toksitas mercuri tergantung jalan masuknya ke dalam tubuh, pada bentuk komposisi mercuri dan lamanya berkembang. Sebagai contoh bentuk merkuri (HgCl2) lebih beracun (toksik) dari bentuk merkuri (HgCl),”ungkap Harri.

Menurutnya,  dengan adanya mercuri dengan konsentrasi yang tinggi pada tanah, air dan udara menyebabkan organisme yang berada di daerah tersebut terkontaminasi karena mengandung zat berbahaya sehingga dapat menyebabkan organisme mengalami kematian karena tidak bisa bertahan hidup melawan zat di dalam merkuri yang bersifat toksik.

“Ikan atau bahan lainnya yang mengandung merkuri dikonsumsi oleh manusia juga sangat berbahaya dan apabila mengkonsumsi terus menerus akan menyebabkan penyakit yang berujung pada kematian,” ucap Harri  mengumpamakan.

Selain itu, Harri juga menuturkan, dampak merkuri yang teraakumulasi pada lingkungan akan mempunyai dampak terhadap ekonomi yaitu penurunan hasil panen disebabkan berkurang produksi pertanian, ikan dan hasil sungai lainnya yang terkontaminasi dengan demikian mengurangi pendapatan dari sektor perikanan serta biaya program kesehatan dan pendidikan khusus akan mengalami peningkatan.

Harry berharap sosialisasi ini mampu memberi pemahaman yang baik kepada masyarakat yang berada disekitar daerah atau tempat-tempat pertambangan sehingga masyarakat tidak melalukan hal-hal yang berbahaya serta bersama-sama menjaga lingkungan sekitar.

Sosialisasi ini sangat menginsipasi warga sekitar,  terlihat dari semangatnya wajah masyarakat yang hadir dalam sosialisasi tersebut serta sangat antusias. (Free/Abe)