Sukseskan GNNT, Diperlukan Peran Berbagai Pihak

373

Asisten II Provinsi Papua, Elia Loupatty, Kepala KPw BI Papua, Joo Supratikto dan Kepala OJK, Misran Pasaribu, saat membuka fun run dalam rangka sosialisasi GNNT, di halaman GOR Cenderawasih APO, Jayapura.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam upaya meningkatkan penggunaan uang elektronik dalam trannsaksi pembayaran yang oleh Bank Indonesia dicanangkan melalui Gerakan Nasional Non Tunai sejak Tahun 2014 lalu, atau yang dikenal dengan transaksi non tunai, perbankan dan lembaga penerbit uang elektronik memiliki peran yang sangat penting.

“Memang transaksi non tunai ini tidak bisa berjalan dengan baik bila tidak ada dukungan dari bank. Terutama adalah penerbit uang elektronik yang non bank,” ungkap Kepala KPw BI Provinsi Papua, Joko Supratikto kepada wartawan,  Sabtu (14/10).

Dikatakan, peran penting tersebut juga sangat diharapkan dari pemerintah provinsi, dan otoritas lain seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang secara mikro mengatur mengenai perbankan.

Disinggung tentang indikator kemajuan transaksi non tunai, kata Joko Supratikto, diantaranya adalah jumlah pengguna atau yang terdaftar pada lembaga penerbit uang elektronik, merchan-merchan yang menerima pembayaran non tunai.

“Lembaga penerbit uang elektronik, merchan-merchan yang menerima pembayaran non tunai, di sini kan belum banyak,” ungkapnya.

Demikian juga masyarakat yang menggunakan uang elektronik, di Papua juga belum banyak, termasuk pengguna aplikasi perbankan non  tunai, seperti tranfer RTGS, internet banking, Sms baking dan lain-lain.

Karena itu, dengan fasilitas  teknologi komunikasi saat ini yang semakin memadai di Papua, Bank Indonesia secara masif melakukan sosialisasi GNNT, dalam rangkaian Pekan GNNT Papua 2017, sepeti expo, fun run, sosialisasi kreatif tentang GNNT, juga ada sekolah pioner GNNT, dan lain-lain.(ahmadj)