Tokoh Adat Pegunungan Serukan Pilkada Damai di Jayawijaya

766

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemilukada di beberapa Kabupaten Pegunungan Tengah mendapat perhatian  serius dari sejumlah tokoh adat  untuk mensukseskan Pilkada damai terlebih tahapan penetapan Pasangan Calon  oleh KPU.

Salah satu yang menjadi perhatian para tokoh adat yakni, Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Jayawijaya yang merupakan induk dari 10 kabupaten di Pegunungan Tengah Papua.

Ketua Forum Pembangunan Papua Papua, Alfius Tabuni berharap Pilkada di Kabupaten Jayawijaya harus bermartabat  sesuai amanat UUD 1945 termasuk menjaga keamanan jelang penetapan  bakal calon oleh KPU pada tanggal, 12 Ferbuari 2018 besok.

Amanat itu maka mengajak seluruh kaum Intelektual, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan semua lapisan  masyarakat yang ada di lembah Baliem untuk bersama-sama mensukseskan pesta demokrasi  dengan menjaga ketertiban jelang penetapan pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah oleh KPU selaku penyelenggara independen.

” tidak ada tindakan anarkis. Kami mengedepankan  hukum kasih dan perdamaian yang ada di Lembah Baliem.  Siapapun yang nantinya terpilih menjadi Bupati tentu akan membangun Kabupaten Jayawijaya yang lebih maju, mandiri  dan sejahtera,” ujarnya.

Alfius juga meminta kepada semua aparat kemanan baik TNI-Polri yang ada di Lembah Baliem agar melaksanakan tugasnya sesuai perintah dan aturan yang berlaku di Negara tanpa merugikan masyarakat.

Hal yang sama disampaikan ketua Adat La Pago Paulus Kogoya, bahwa semua kepala suku masing-masing wilayah adat diharapkan dapat mengendalikan situasi wilayah.

Sebab kata dia,  semua yang ada di Papua baik masyarakat, TNI – Polri serta instansi terkait adalah mitra dan harus mendukung verifikasi KPU yang sudah dijalankan.

” satu atau dua orang yang ditunjuk oleh KPU maka semua bisa di lawan karena itu aturan yang berlaku.  Jadi kalau tidak dapat tahun ini maka koreksi diri dan tahun berikut maju. Tidak boleh provokasi masyarakat untuk diajak kacau, anarkis, perang.  Itu semua tinggalkan ” harapnya.

Paulus menandaskan, kabupaten Jayawijaya menjadi contoh dan teladan bagi semua orang, menjadi guru dan orang tua bagi 10 Kabupaten di Wilayah Pegunungan Tengah, sehingga sebagai kabupaten induk harus menjadi panutan khususnya dalam meksukseskan agenda nasional tahapan pilkada kabupaten yang aman dan damai.

” tanggal dua belas kalau ada pengumuman hasil verifikasi KPU dan  kalau ada salah satu atau dua orang yang lolos, itulah calon Bupati yang bertujuan membangun Jayawijawa. Sekali lagi, siapapun yang jadi Bupati kita punya,”ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal menyampaikan, apapun keputusan agenda nasional penetapan pasangan calon merupakan ranah KPU. “ Polisi hanya mengawal proses demokrasi yang berjalan,  termasuk proses Pilkada di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.

Dikatakan, setiap saat dimungkinkan ada gangguan dan potensi selalu ada, namun potensi yang kecil itu bisa hilang dan yang besar bisa jadi kecil melalui komunikasi yang dibangun.

“ hari ini kita komunikasi dengan beberapa tokoh masyarakat yang ada di Jayawijaya dengan harapan penetapan Pasangan Calon  Bupati Jayawijaya berjalan dengan aman,”ujarnya.

Oleh karena itu, tegas Kamal, jika ada pihak – pihak yang merasa tidak puas dengan penyelenggara maka dipersilahkan untuk melakukan gugatan sesuai prosedur yang ada tanpa melakukan hal-hal yang berdampak pada ketentraman masyarakat.

” kita berharap bagaimana Pilkada di Jayawijaya berjalan aman dan tertib sehingga perlu dukungan dari tokoh masyarakat yang ada di Jayawijaya,”   imbuhnya.  [moza/loy]