Webinar Cerdas Berdemokrasi, Pers Diingatkan Untuk Jadi Pilar Demokrasi

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pada era digital dan ditengah-tengah pandemi Covid-19, jurnalis kerap kali menemukan tantangan-tantangan dalam mencari berita dilapangan.

Maka, Kominfo menggelar Webinar Cerdas Berdemokrasi : Tantangan Jurnalistik di Era Digalital. Bertempat di Auditorium RRI Jayapura, tersebut guna membahas tentang urgensi dan esensi pers sebagai pilar demokrasi pada Selasa (29/3/22) siang.

Pada kegiatan tersebut, ada 3 narasumber yakni Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers, Agus Sudibyo, Jurnalis Senior Papua, Amir Hamzah Siregar dan Dekan FISIP Universitas Cenderawasih, Marlina Flassy.

Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan KemKominfo RI diwakilkan oleh Koordinator Bidang Politik dan Pemerintahan Kementerian Kominfo, Dwi Dianingsih mengatakan bahwa kualitas dari jurnalis perlu dibangun dengan semangat demokrasi.

“SDM Pers harus andil dalam demokrasi, hal tersebut menjadi urgensi dalam program literasi demokrasi pada era konvergensi media,” katanya.

Menurut Dwi, saat ini demokrasi sedang mengalami krisis, sehingga kebebasan pers juga berpengaruh. “Bebas namun bertanggung jawab dengan menyajikan pemberitaan-penberitaan yang berkualitas dan berpokok pada kebenaran kepada masyarakat. Maka perlu diingat bahwa peran pers adalah sebagai pilar demokrasi dapat direalisasi dengan baik,” ujar Dwi.

Saat ini pun, akibar konvergensi media, hadirlah citizen journalist (Jurnalisme warga). Citizen journalist atau jurnalisme data artinya warga pun bisa berpertisipasi dalam aktifitas publikasi layaknya seorang wartawan.

Maka, media dan wartawan dituntut untuk selalu profesional independen serta harus selalu aktif dalam verifikasi maupun klarifikasi, agar informasi yang tersampaikan jelas.  “Maka tujuan kegiatan ini juga agar jurnalis dapat berpikir kritis, mengutamakan kedewasaan, bersikap bijak dalam bertugas dan berdemokrasi,” terangnya.

Sementara itu, Jurnalis Senior Papua, Amir Siregar mengatakan peran pers sebagai pilar demokrasi itu yang perlu dipahami dengan benar oleh para jurnalis. “Kita tahu bahwa kata demokrasi terkait dengan kedaulatan rakyat dimana mana, bagaimana peran pers menegakkan kedaulatan rakyat disemua bidang dengan catatan penegakan ini mengacu pada perundang undangan,” katanya.

Menurut Amir, bila hal tersebut sesuai acuan dan perundang-undangan, maka penyampaian berita pun penuh dengan ketentraman. “Itu yang kita pakai sehingga dengan seperti itu, pers ini akan membangun ketentraman dan kedamaian kepada masyarakat. Jangan karena dikaitkan dengan membangun relasi jadi hasil berita itu membuat sebuah relasi dengan masyarakat,” ujar Amir.

Sebagai jurnalis senior juga Amir ingatkan agar dalam menulis berita jangan sampai mencederai relasi sosial maka cenderung menimbulkan masalah. “Misalnya berita secara vulgar kita mengatakan suku, ras, antar agama ini mencederai jadi bisa kita mengatur kata kata yang lebih efesien atau lebih halus,” jelasnya.

Ia juga meminta agar wartawan harus mengerti bahwa posisinya sebagai pilar demokrasi dimana tugas pilar demokrasi adalah membuat aman damai tentram. “Jadi keluhan dari masyarakt dapat disampaikan dengan baik, respon dari pemangku kepentingan juga dapat dicurhakan, jurnalis itu penengah,” tutup Amir. [ayu]