Wujudkan ‘Tolikara Terang’ Bupati Jalin Kerjasama Dengan PLN Papua

0
1744

Caption Foto : Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo dan Anggota DPRD, Kadis Perumahan dan Pemukiman serta Tokoh masyarakat saat foto bersama dengan Manejer PLN PT (Persero) wilayah P2B, Selasa (7/11/2017) pagi. (Abe/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Guna mewujudkan vis misi ‘Tolikara Terang’,  Bupati Tolikara Usman G Wanimbo SE.M.Si mendatangi kantor PT.PLN (Persero) wilayah Papua dan Papua Barat untuk menjalin kerjasama guna membangun kelistrikan di kabupaten Tolikara-Papua.

Keseriusan Bupati Usman Wanimbo untuk menjadikan daerahnya ‘Tolikara Terang” datang dengan didampingi langsung oleh Ketua I DPRD Tolikara, Epius Obama Tabo,  Ketua I DPRD, Yotham R Wonda, Kadis Perumahan dan Permukiman, Michael Ury  Rapang S.Ip dan Ketua Dewan Adat Tolikara Jhon Bogum, pada Selasa (7/11/2017) tadi pagi.

Caption Foto : Suasana pertemuan Bupati Tolikara Usmag Wanimbo dan Pimpinan DPRD Tolikara dengan pihak PLN P2B di Kantor PLN Papua, Selasa (7/11/2017) pagi. (Nius/PapuaSatu.com)

Bupati bersama rombongan diterima langsung oleh Plh. General Manager sekaligus Manajer Niaga,Yosephina Kwano Wilayah Papua dan Papua Barat didampingi, Manajer Perencanaan Wilayah Papua dan Papua Barat, Deputy Manejer Strategi Pemasaran Wilayah Papua dan Papua Barat, Humbert Rudolf Rumbekwan dan staf masing-masing, Nelsiana Alik dan Staf Niaga, Bagyia.

Bupati Usman dalam paparannya mengatakan, kepemimpinannya pada periode kedua akan mewujudkan visi misi dalam kampanye yakni, pembangunan infrastruktur listrik dengan julukan ‘Tolikara Terang’.

Dengan dasar itu Bupati Usman bersama DPRD, Tokoh Adat dan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman kabupaten Tolikara datang untuk menjalin kerjasama dengan PT.PLN (Persero) wilayah Papua dan Papua Barat guna membangun  kelistrikan di kabupaten Tolikara.

“ listrik menjadi salah satu penting didalam kebutuhan primer, terutama dalam pelaksanaan Pemerintahan di kabupaten Tolikara, perputaran ekonomi kesehatan serta pelayanan pendidikan,” katanya.

Oleh karena itu, Bupati Usman  menyatakan, pihaknya selaku pimpinan di daerah bersama seluruh jajaran di kabupaten Tolikara sangat menyambut baik atas kesediaan dari Manejemen PLN yang ingin mau masuk tolikara.

Apalagi, menurutnya, Visi Misi Jokowi menjadi ‘Papua Terang’. Dasar itulah, dirinya ingin PLN hadir di tengah-tengah kabupaten Tolikara untuk membangun kelistrikan. “ Tolikara ini umurnya sudah hampir 15 tahun namun sampai hari ini PLN belum masuk disana. Jadi kami dari Pemda Tolikara sangat mengharapkan kepada PLN untuk membantu kami agar tahun listrik sudah bisa beroperasi,” tukasnya.

Dikatakannya, upaya pemerintah daerah Tolikara atas dukungan Provinsi dan Pusat telah membangun PTLMA dan PLTS di 15 distrik. Dimana 11 distrik diantaranya telah menyala selama 24 jam. Namun untuk distrik lainnya kini masih menaruh harapan kepada PLN Papua untuk bisa bekerjasama dengan Pemerintah daerah membangun kelistrikan.

Kehadiran listrik di kabupaten Tolikara bukan semata-mata hanya pelayanan Pemerintah akan tetapi semua dapat dinikmati oleh masyarakat. “Dampaknya sangat luar biasa karena tadinya aktifitas masyarakat gelap, kini masyarakat sudah bisa melihat di malam hari, IRT bisa memasak, anak-anak bisa belajar, dan pelayanan kesehatan juga bisa terlayani,” katanya.

Namun pada dasarnya, lanjut Bupati Usman paling utama yang akan menjadi pusat pembangunan listrik yakni, yakni Kota Karubaga bagian selatan Tolikara, distrik Kembu bagian Utara Tolikara, distrik Bokondini, dan distrik Kanggime wilayah Bagian Barat  Tolikara. Dimana, menurutnya,  wilayah distrik Kanggime membawahi delapan distrik .

Empat daerah sengaja dipusatkan pembangunan listrik karena  membawahi beberapa distrik lainnya, dan Empat distrik tersebut menjadi Kota  tumbuh kembang terhadap perputaran perekonomian masyarakat.

Dimana sejak kepemimpinan periode pertama sudah memulai terobosan-terobosan yakni pembangunan telekomunikasi, cabang Bank. “Jadi saya berharap ada PLN distrik Kembu, Bokondi dan Kanggime serta Karubaga sehingga proses pembangunan ada pemerataan,” katanya

Bupati pun berharap agar PLN Papua bisa masuk ke Tolikara untuk membangun kelistrikan.  jika MoU menyepakati maka Pemerintah daerah tetap siap jika ada hal-hal yang menjadi kewajiban daerah setempat.

“ kami siap 100 persen, karena ini menjadi penting. Proses pembangunan akan bisa jalan dan optimal jika lampu sudah ada. Orang bisa betah kerja karena selama ini banyak OPD kerja di Wamena karena  hanya mengejar listrik,” katanya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua I DPR Papua, Epius Obama Tabo mengatakan, pada prinsipnya DPRD Kabupaten Tolikara tetap mendukung apa yang menjadi program pemerintah kabupaten Tolikara guna memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Bahkan ia berterimakasih kepada PLN Papua yang memiliki niat untuk membangun kelistrikan di kabupaten Tolikara. “ listrik di kabupaten Tolikara merupakan kerinduan masyarakat yang terpendam selama bertahun-tahun,” katanya.

Selama ini, kata Obama, listrik di kabupaten Tolikara hanya menggunakan Genset. Itupun terbatas penggunaannya, yakni dari pagi sampai pukul 24.00 WIT.  Hal seperti ini banyak kendala ketika masyarakat maupun pemerintah daerah bekerja, baik siang maupun di malam hari,

Oleh karena itu, dirinya selaku pimpinan DPRD kabupaten Tolikara menyambut kehadiran PLN  ke kabupaten Tolikara untuk membangun kelistrikan. “ Apapun programnya, kami akan dukung dan kalau ada kendala di lapangan kami DPRD ikut memdiasi di lapangan nanti,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Plh. General Manager  yang juga sebagai manajer niaga  Wilayah Papua dan Papua Barat, Yosephina Kwano mengatakan, pembangunan listrik yang dilakukan oleh PLN Papua dan Papua Barat merupakan Misi sosial agar listrik untuk bisa sampai ke pelosok-pelosok wilayah Papua dan Papua Bara.

Apalagi, menrutnya, upaya yang dilakukan PLN Papua dan Papua Barat sebagai tindak lanjut wahana cita dari Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi ‘Papua Terang’.

“ pada prinsipnya PLN siap membuka diri untuk membangun listrik ke kabupaten  Tolikara. Ini terbukti karena Bupati dan DPRD serta tokoh masyarakat datang langsung ke PLN untuk ikut bersama-sama membangun listrik di kabupaten Tolikara,” katanya.

Iapun menyampaikan bahwa PLN tidak ragu lagi karena tiga tugu penting di kabupaten Tolikara sudah datang ke PLN. Apalagi Bupati sudah terpilih kembali.  “ dengan semangat ini maka kami merasa optimis dengan harapan Tolikara bisa terang,” katanya.

Hanya saja,  Yosephina mengemukakan bahwa , kehadiran Bupati Tolikara bersama Legislatif belum bisa melakukan penandatangan Nota kesepahaman terhadap pembangunan Listrik dikarenakan General Manejer PLN Papua dan Papua Barat sedang ke Wamena untuk melakukan penandatangan MoU di kabupaten Yalimo

Namun papar Yosphina, bagi PLN tidak menjadi masalah untuk pendatangan kerjasama, akan tetapo yang terpenting niat dari Pemerintah kabupaten untuk membangun kelistrikan.

Sementara itu, Manajer Perencanaan PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Supardi Limbong  menjelaskan, PLN Papua dan Papua Barat mempunyai Program yakni  “Papua Terang”.

Program Papua Terang ini sudah mulai dicanangkan sejak tahun 2016 lalu dan sejak itu sudah mulai jalan. Ada empat program yang memang kita cobain desain untuk mencapai verifikasi sampai pada tahun 2020.

Terutama yang dilakukan PLN Papua dan Papua barat adalah,Program lsitrik di Ibu Kota/Kabupaten. Program ini dijalankan di Papua dan Papua Barat, yang mana awalnya dari 42 kota/kabupaten ada 14 yang belum di masuk PLN.

Dimana di Papua Barat sebanyak 5 kabupaten dan di Papua ada 9 kabupaten yang belum masuk PLN Papua dan papua Barat sudah berhasil melakukan kerjasa di lima ibu kota/kabupaten di Papua barat.

“ di papua sudah kit amelakukan kerjasama dengan Deiyai dan yahukimo. Sebenarnya saat ini kita tinggal 7 kabupaten yang belum melakukan kerjasama, salah satunya adalah Tolikara,” katanya.

Kemudian lsitrik ke desa sekitar 3000 lebih belum melistriki khususnya di wilayah Papua. Ini tidak karena medannya sangat sulit dijangkau. Namun setiap tahun sudah mulai bergerak untuk melakukan lsitriki di desa-desa.

Upaya yang dilakukan kerjasama PLN di tingkat kabupaten merupakan tindak lanjut dari Visi Misi Presiden RI yakni Papua yakni ‘Papua Terang’

Tentu, kata Limbong  bahwa menuju MoU dengan Pemerintah kabupaten  Tolikara ada beberapa mekanisme yang harus disepekati bersama baik dari pihak PLN maupun dair pihak Pemerintah kabupaten Tolikara itu sendiri.

“ memang nanti harus dilakukan sosilisasi dan apa saja sistim yang harus dilakukan agar daerah Tolikara bisa menjadi terang. Tentu kita buat Nota Kesepahaman dulu MoU. Kita harus sepahami kriter-krteria yang dilakukan antara PLN dan pemda tolikara itu sendiri,” katanya.

Sebab menurutnya, ada tiga bagian besar yang ada di Papua dalam membangun  kelistrikan, yakni pembangkitan. “Nah sekarnag pembangkitan listrik di Tolikara seperti apa?. Apakah PLTD, PLTA atau PLTMA, PLTS. Ini nanti yang harus kita klear,” katanya

Kedua untuk melistrikan di keluarga, maka harus memiliki perlengkapan seperti, kabel, meteran dan lainny. Ini namanya sistim distribusi. “ kemudian ketiga adalah Pelanggan, yang nanti sudah ada kesepakatan bersama maka menjadi pelanggan ada syarat dan ketentuan, yakni ada hak dan kewajiban,” katanya.

Lanjut dia, persyaratan utama untuk  kerjasama operasi, yakni, Surat permohonan Pemkab, MoU, Kajian Kelayakan Proyek, Dokumen UKL/UPL (adanya di pihak pemkab), BA Serah terima Operasi, Persyaratan Teknis, Survey dan Investigasi Aset, Rekomendasi perbaikan Intalasi, perbaikan instalasi (Kit dan Jardisk), Sosialisasi (Internal Eksternal), Pemasangan Visat, pembayaran biaya Penyambungan (BPJ/IB/SLO Calon Pelanggan), Uji Operasi, Penetapan Kuota BBM, Pemasangan dan Penyambungan APP, Penempatan SDM (Pegawai dan OS). (nius)