Yan Mandenas: Maskapai di Papua Wajib Berdayakan Putra-Putri Papua

864

Caption Foto : Ketua Komisi V DPR Papua Yan Mandenas. (Moza/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu .com – Ketua Komisi V DPR Papua Yan Mandenas meminta semua Maskapai Penerbangan yang beroperasi di Papua, harus memberdayakan Orang Asli Papua sebagai Pilot mengingat ada potensi yang dimiliki Putra – Putri Papua.
“Ada beberapa pilot anak – anak Papua yang sudah siap tapi mereka masih membutukan kursus untuk menambah jam terbang. Contoh, ada beberapa anak Papua yang berkeliaran di Jakarta untuk mereka tes diberbagai Maskapai,” kata Yan
Seharusnya, lanjut Yan, hal ini perlu didorong kepada Gubernur agar bisa berkoordinasi dengan seluruh maskapai yang masuk di Papua sehingga ada dampak pelayanan yang diterima Papua dan dampak ekonomi kepada maskapai.

Namun maskapai juga harus memberikan dampak jangka panjang bagi Papua dari segi bagaimana menyiapkan putra – putri asli Papua untuk terlibat dalam perusahan – perusahan maskapai yang beroperasi di Papua.
“Wajib hukumnya maskapai di Papua minimal dalam setiap penerimaan mungkin ada satu atau dua anak papua masuk karena itu bagian dari kontribusi mereka kepada Papua yang selama ini menjadi mitra mereka,” tegasnya.
Dirinya mencontohkan seperti yang dilakukan Gubernur Sumatera Selatan yang melakukan MoU dengan semua maskapai yang beroperasi di Sumatera selatan sehinga wajib menerima dan membina putra – putri asli daerah sebagai pilot.
Untuk itu dirinya berharap ada pendampingan yang terus dilakukan kepada putra – putri asli papua yang tengah mengikuti studi penerbangan, karena meskipun sudah lulus namum masih membutukan kursus tambahan untuk menambah jam terbang sebagai syarat mutlak yang ada di maskapai tiap maskapai.

“Rata – rata mereka lulus sekola hanya 300 samapi 400 jam terbang sementara diperlukan 1000 lebih jam terbang sehingga harus mengikuti kursus lagi , karena rata – rata semua air line menerima pilot baru berdasarkan jam terbang,”terangnya.
Dikatakannya, maskapai yang beroparsi di Papua seperti susi air dan lain – lain selalu mengunakan pilot dari luar yang datang ke papua untuk menambah jam terbang dan jika memenuhi syarat mereka akan keluar untuk itu perlu didorong dengan melakukan MoU bersama maskapai guna memberikan traning bagi calon pilot Putra –Putri papua untuk mendapat jam terbang yang memenuhi syarat sehingga lebih banyak lagi anak – anak papua yang mampu berkarya dalam dunia penerbangan di papua , nasional dan internasional.
“Pertanyaannya, kenapa kita di papua yang memiliki sumber daya namun anak – anak kita masih berkeliaran . mungkin harapan kami melalui biro otsus terus mendorong agar anak – anak yang lulus penerbangan untuk di genjot lagi untuk menambah jam terbang,”harapnya.[moza/loy]