Jangan Jadikan Masalah Keamanan, Penyebab Mundurnya Papua Dari Tuan Rumah Popnas

0
97
John Wempi Wetipo
John Wempi Wetipo

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Mundurnya Papua menjadi tuan rumah Pekan Olahrga Pelajar Nasional (Popnas) 2019, mendapat sorotan dari salah satu tokoh Papua, John Wempi Wetipo.

Dikatakannya, banyak media mengungkapkan Papua tak sanggup menjadi tuan rumah Popnas 2019, lantaran kondisi Papua saat ini tidak aman.

“Dalam keterangan pers, Kepala Dinas Diaspora Provinsi Papua, keamanan dan kenyamanan atlet dan official, menjadi salah satu penyebab batalnya Papua menjadi tuan rumah Popnas Oktober 2019. Saya pikir alasan ini tidak rasional,” ungkap Wempi Wetipo yang pernah menjabat Bupati Jayawijaya itu, Jumat (23/8/2019).

Disampaikannya, kondisi Papua pada umumnya saat ini dalam keadaan aman dan terkendali, bahkan masyarakat bisa beraktivitas dengan bebas, termasuk perekonomian berjalan lancar.

“Jangan jadikan masalah keamanan faktor mundurnya Papua menjadi tuan rumah Popnas. Harusnya, kalau memang kita tidak siap, terlebih dari belum lengkap sarana dan prasarana olahraga, kita harus jujur. Bukan menjadikan kondisi yang terjadi saat ini menjadi alasan utama,” pungkasnya.

Wempi Wetipo yang kini memimpin PDI Perjuangan di Papua, menyayangkan keputusan panitia Popnas atau pemerintah daerah, menjadikan masalah keamanan menjadi kambing hitam mundurnya Papua menjadi tuan rumah Popnas.

“Kalau pemberitaan seperti ini. Kita jadi ikut membuat situasi di Papua tidak baik. Padahal secara umum, kondisi kita aman dan terkendali. Bahkan masyarakat bisa beraktivitas. Harusnya berikan alasan yang rasional dan jujur,” paparnya.

Ia menegaskan, Popnas merupakan salah satu agenda untuk menilai kesiapan Papua yang menjadi tuan rumag PON 2020 mendatang.

“Popnas itukan tidak semua, cabang olahraga digelar. Dan kemungkinan besar dilaksanakan di Kota Jayapura, jadi jangan jadikan keamanan sebagai faktor mundurnya Papua sebagai tuan rumah Popnaa,” ujarnya.

Wempi berharap, dengan mundurnya Papua menjadi tuan rumah Popnas tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

“Ya semoga saja peserta dari daerah lain tidak ada yang dirugikan, seperti mereka sudah beli tiket, mengingat waktu Popnas kurang lebih 2 bulan lagi. Kalau ada yang dirugikan, ini bisa berdampak kepada kepercayaan publik atau provinsi lain, terkait keikutsertaan Papua menjadi tuan rumah iven-iven bergengsi, di level nasional, hingga internasional,” lugasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan telah menunjuk Dispora lain, untuk menyikapi keputusan Papua mundur dari tuan rumah Popnas 2019.

“Atas dasar pertimbangkan mungkin tak bisa Oktober 2019 di Papua. Kami sedang menunjuk Dispora lain, seperti Jakarta, dengan kata lain jika siap,” ungkapnya kepada media di Papua.[yat]