Komisi IV DPRP Tinjau Pembangunan Venue PON Papua

0
117
Caption : Sejumlah anggota Komisi IV DPRP saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi venue basebaal dan softball, Jum'at(18/10/2019) siang. Foto : Ist/PapuaSatu.com
Caption : Sejumlah anggota Komisi IV DPRP saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi venue basebaal dan softball, Jum'at(18/10/2019) siang. Foto : Ist/PapuaSatu.com

SENTANI, PapuaSatu.com – Anggota Komisi IV dewan perwakilan rakyat Papua (DPRP)melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional XX 2020 Papua di Kabupaten Jayapura.

Ketua Komisi IV DPRD Boy Markus Dawir menyebutkan,  Komisi IV DPRP ingin memastikan dan mengetahui progres pembangunan sejumlah venue yang akan digunakan untuk pertandingan beberapa cabang olahraga yang nantinya akan diselenggarakan di Kabupaten Jayapura.

“Hari ini kita turun lapangan untuk mengecek sejauh mana perkembangan progres pekerjaan dari sekian venue yang dibangun di kota Jayapura dan kabupaten Jayapura. Sehari ini kami fokus berada di Kabupaten Jayapura,” ucap Boy Markus Dawir kepada wartawan usai mengunjungi sejumlah venue PON di Kabupaten Jayapura, Jum’at (19/10/2019) siang.

Dimana dari hasil pemantauannya progres pekerjaan nya saat ini sudah cukup baik dan tanpa ada kendala, kemudian ada juga venue baseball dan softball yang berlokasi di Kompleks AURI, kemudian GOR yang dibangun di lokasi STT GIDI di Sentani dan terakhir stadion utama Papua bangkit.

“Dari progres progresnya sampai hari ini sudah cukup baik, untuk GOR  dan baseball dan softball di AURI dia mundur 3 bulan dari rencana awal karena sempat ada masalah lokasi. Ini yang kita juga sudah sampaikan supaya bisa dikerjakan cepat,” ujarnya.

Dikatakannya, peninjauan pekerjaan sejumlah venue ini juga dilakukan menyusul adanya perubahan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Papua, yang mana dari 47 cabang olahraga (Cabor)  yang direncanakan 10 diantaranya sudah di coret oleh presiden dalam rapat kabinet terakhir di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Sekaligus kita datang untuk mengecek mana yang 37 itu dan mana 10 yang dibuang, karena hal itu juga terkait  pembiayaan, apabila 10 cabang olahraga itu batal  diselenggarakan maka di APBD 2020 nanti yang 10 cabang olahraga tersebut tidak lagi dianggarkan,” pungkasnya. [tinus]