Meski Minim Perhatian, Tim Dayung Papua Barat Optimis Raih Medali di PON XXI

103

MANOKWARI, PapuaSatu.com – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) provinsi Papua Barat menyikap 32 atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh, Sumatera Utara pada September 2024.

Hal ini diungkapkan Pelatih Kepala PODSI Papua Barat, Yan Agus Rumbewas kepada media ini, Sabtu (29/06/2024).

Dijelaskannya, Tim Dayung Papua Barat berhasil meloloskan 30 nomor lomba dengan 32 atlet. Ditambah dengan 10 official yang terdiri dari 1 pelatih kepala serta asisten pelatih. Jenis nomor perlombaan yang disiapkan antara lain, rowing dan canoeing.

Namun, lanjut dia, yang menjadi unggulan di rowing adalah 2 Min putri dan 2 Cross putra. Ditambahkan dengan Rowing Coastal yakni scull tunggal putra dan 2 cross putra.

“Sedangkan di Canoeing, PODSI Papua Barat memiliki jenis nomor Kayak putra dan putri. Kemudian di Canodiang, kita ada punya single putri yang sementara ini mengikuti training center di pelatnas dan itu unggulan kami. Ada cano doble putri dan putra serta Cano single,”jelasnya.

Selanjutnya untuk nomor Slalom, dia mengemukakan, PODSI Papua Barat memiliki Kayak slalom putra dan putri serta Cano Slalom putri dan putra.

“Nomor-nomor ini, kita meraih rengkin V di babak prakualifikasi PON XXI lalu, maka kita berharap juga ke nomor-nomor tersebut, untuk meraih prestasi di PON mendatang,”ucap Rumbewas.

Untuk Stand Up Pedel atau nomor lomba yang baru diikutkan dalam babak prakualifikasi PON lalu, kata dia, PODSI Papua Barat berada di rengkin III putra dan putri, maka nomor ini juga yang memilki medali emas.

Sedangkan di berenggu seperti dragon boat, dia merincikan, PODSI Papua Barat berhasil meloloskan enam nomor yaitu 1000 putra, 500 putra, 250 putra, mix 500, mix 200, dan 12 putri pendayung dengan jarak 200 meter.

“Dari awal memang kita targetkan enam medali emas, tapi dengan berjalannya waktu kita sangat perihatin dengan kondisi atlet serta keterbatasan sarana prasarana atau fasilitas latihan serta gizi para atlet. Itu membuat para atlet tidak bisa melaksanakan training center secara maksimal,”ungkapnya.

Namun, kata dia, Tim Dayung Papua Barat tidak berkecil hati dan tetap optimis dengan segala kekurangan yang ada untuk mendulang medali.

Oleh karena itu, diharapkan Bapuslatda PON XXI dan KONI Papua Barat bisa fokus melihat beberapa nomor di cabor Dayung yang memiliki peluang meraih medali emas tersebut.

“Ini peluang kita, untuk mendongkrak posisi rengkin Papua Barat di PON. Dengan 30 nomor yang dayung ikut ini, ya kami berharap 50 persen daripada nomor-nomor bisa menghasilkan hasil yang maksimal,”harap Agus Rumbewas.

Menurutnya, kebutuhan atlet yang sangat urgent saat ini adalah gizi, karena atlet dayung sendiri dalam sehari saat berlatih itu mengeluarkan kurang lebih 6000 kalori.

Sambungnya, sedangkan makan yang disediakan untuk para atlet ini, tidak cukup mengembalikan kalori yang dikeluarkan.

“Akhirnya sangat disayangkan sekali, dengan maksimal latihan para atlet di lapangan tidak mendukung sekali dari sisi gizi atau kalori yang masuk. Jadi kalori yang keluar dan masuk itu tidak imbang dan akhirnya latihan maksimal yang kita lakukan bisa dibilang sia-sia,”ungkap Pelatih Kepala Tim Dayung Papua Barat ini.

Maka sekali lagi, dirinya berharap, disisa waktu yang ada, KONI Papua Barat bisa secepat melihat kekurangan tersebut.

“KONI tidak sediakan serana prasaran, seperti perahu dan dayung. Untuk sementara ini kita pinjam peralatan di club. Kita berharap sesegera mungkin, KONI bisa memikirkan solusinya,”harapnya lagi.

“Dayung dan perahu yang rusak, terpaksa kita akalin dengan tambal perahu dan sambung dayung,”

Dicecar mengenai uji coba (tryout), Agus Rumbewas mengatakan, sebenarnya tanggal 18 Juni 2024 lalu tim dayung Papua Barat sudah harus melaksanakan tryout pertama.

“Tapi tidak tahu kenapa sampai tidak jadi, padahal kita sudah usulkan ke KONI Papua Barat,”ungkapnya.

Namun, dia mengutarakan, PODSI Papua Barat masih memiliki kesempatan untuk tryout terkahir pada bulan Juli 2014 minggu kedua di Karawang, provinsi Jawa Barat.

“Kita sangat berharap sekali tryout ini, karena itu merupakan ajang uji coba kesiapan para atlet. Kita hanya punya waktu bulan Juli akhir, dan kalau bulan Agustus ke depan itu kita sudah masuk difase pemeliharaan,” pungkasnya.[free]