Rapat Penentuan Nomor Pertandingan Cukup Alot

541

Caption Foto : Rapat kordinas persiapan PON XX Tahun 2020 Papua untuk pembahasan nomor pertandingan dan kuota cabor yang berlangsung di ruang rapat KONI Pusat, Selasa (13/3/2018). (Ist/PapuaSatu.com)

JAKARTA, PapuaSatu.com – Lanjutan Rapat Kordinasi persiapan PON XX Tahun 2020 Papua serta pembahasan Nomor pertandingan dan kuota cabang olahraga dengan  KONI Pusat yang menghadirkan Pengurus Besar IPSI pusat dan PB Tarungderajat berlangsung alot dan menegangkan di ruang rapat kantor KONI Pusat, Selasa (13/3/2018).

Lantaran PB Cabor pusat ngotot memasukan nomor-nomor pertandingan yang dinilai bukan cabor unggulan Papua.

“Maaf pak kalau itu nomor olimpiade tidak masalah dimasukan, tapi kalau sampai bukan nomor unggulan Indonesia di Olimpiade, ada baiknya nomor itu di coret saja dan tidak perlu dipertandingkan di PON Papua. Kan lucu kami sebagai tuan rumah hanya jadi penonton dirumah kami sendiri,” kata sekretaris Koni Papua, Kenius Kogoya kepada PB Cabor pusat yang hadir.

Bisa saja kata Kenius ada nomor unggulan Indonesia di Olimpiade ditambah, tetapi konsekwensinya ada juga nomor yang dikurangi. “Harus adil dong. Bila kita sepakat ada penambahan nomor, tapi ingat harus ada juga nomor yang dikurangi. Karena hasil rapat pengurus KONI Papua sudah disepakati cabor usulan tambahan dan nomor-nomor yanvmg dipertandingkan. Oleh karena itu, jika ada nomor yang diusulkan PB cabor pusat, harus ada nomor lain yang di coret,” tegas Kenius seraya menambahkan bahwa ini berkaitan dengan anggaran dan pasilitas.

Berbagai masalah juga terungkap saat rapat kordinasi. Anehnya ada cabor di daerah sampe sekarang belum memiliki SK Pengurus Pengprov. “Maaf ya, kami harus terbuka, apabila ada pengprov tidak memliki SK, maka kami tidak akan mengikutsertakan cabor yang bersangkutan ikut latihan persiapan PON di Papua,” tegasnya.

Ketua BINPRES KONI pusat, Tony SB Hoesodo,  menyampaikan kepada PB Cabor bahwa sejumlah nomor cabor di kurangi. Hal ini mengingat  Papua memiliki keterbatasan. “Jadi harap semua cabor  memakluminya,” kata  Tony.

Pada kesempatan itu juga KONI pusat secara tegas meminta kepada semua cabor agar segera menyerahkan data standard sarana, prasarana dan kelengkapan lainya. Demikian juga kebutuhan kepanitian, wasit baik lokal dan luar daerah, termasuk team delegeate ke Koni pusat. “Kami berikan waktu satu minggu ini semua data-data tersebut diatas sudah harus masuk di Koni,” tandasnya.

Rapat kordinasi diawali PB IPSI pusat oleh Sunarno memaparkan nomor-nomor yang akan dipertandingkan. Disusul PB Kodtrat Tarung Derajat, kemudian PB Pordirga Aeromodelling Pusat.

Sekedar diketahui hari Selasa tanggal 20 Maret 2018 tim delegate pusat akan turun melihat dari dekat lima klaster yakni Merauke, Jyawijaya, Mimika, Biak, Jayapura dan kota Jayapura. [Bela]