
TIMIKA, PapuaSatu.com – Pengadaan berbagai perlengkapan secara terpusat oleh PB PON Provinsi Papua justru munculkan berbagai kendala dilapangan.
“Jauh-jauh hari Pansus telah mengingatkan PB PON untuk melimpahkan kewenangan serta kegiatan ke Klaster demi efektivitas dan efisiensi dalam waktu dan biaya. Jujur saja kami kecewa karena sudah mengingatkan untuk pelimpahan tanggung jawab namun tidak diindahkan,” kata Anggota Pansus PON XX & PPN XVI, Yohanes L. Ronsumbre pada Jum’at (11/9/21).
Menurutnya, perlengkapan-perlengkapan yang menjadi penunjang PON seperti meubelair dan sanitasi, seharusnya tidak perlu dilakukan pengadaan oleh PB PON tetapi dilimpahkan kepada Sub PB PON.
“Kenapa tidak dilimpahkan saja ke Sub PB PON di 4 klaster supaya pekerjaan ini menjadi ringan dan cepat ditangani secara teknis dilapangan? Dari sisi waktu, saya sedikit prihatin karena terkesan buang-buang waktu,” ujar Yohanes.
Seperti beberapa waktu lalu adanya pengadaan barang sanitasi seperti tempat sampah, plastik sampah dan sapu yang pengadaannya pun dilakukan oleh PB PON XX untuk dibagikan kepada Sub PB PON di 4 klaster, Yohanes ungkapkan bahwa Pansus terkejut mendengar hal itu.
“Saya rasa ini hal yang tidak mesti dilakukan, kan bisa dilimpahkan ke klaster. Terlebih lagi pengadaan perlengkapan maupun perabot di wisma-wisma atlit non hotel pun menjadi terlambat,” terangnya.
Pihaknya juga terus mendorong dan mendesak PB PON harus selalu koordinasi dan komunikasi dengan sub PB PON. “Karena tadi ada kesan juga bahwa dari pekerjaan-pekerjaan yang ditangani langsung dari PB PON Provinsi tidak dikoordinasikan baik dengan sub PB PON klaster sehingga terkesan mereka bekerja sendiri tanpa koordinasi,” tukas Yohanes.
Meski begitu, dirinya tidak ingin menjadikan ini polemik, apalagi saat ini sudah H-12 menuju pertandingan pertama di Timika. Ia berharap, disisa waktu yang ada koordinasi dan kolaborasi kerja antara PB dan Sub PB di 4 Klaster dapat dioptimalkan.
“Jangan sampai muncul kesan, kita tidak kompak, apalagi sampai dianggap tidak kompeten sebagai penyelenggara”, tutupnya. [ayu]










