Warga Dua Distrik di Yahukimo Sampaikan Penolakan Kehadiran Pos TNI Non-Organik

YAHUKIMO, PapuaSatu.com – Ratusan warga dari dua distrik, yakni Mugi dan Yogosem, bersama 27 kepala kampung, berkumpul di Kampung Ugem pada Senin (1/9/2025) untuk menyampaikan aspirasi terkait kehadiran pos TNI non-organik di wilayah mereka.

‎Tim Peduli Daerah Siep-Asso menyampaikan bahwa penolakan terhadap keberadaan pos TNI ini dilakukan secara damai dan kolektif oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan dari denominasi gereja (GKI, Katolik, KIMMI, GKIP, GKII), tokoh adat, tokoh gereja, tokoh pemuda, tokoh perempuan, intelektual, serta pendamping hukum, Henius Asso.

‎Dalam pernyataannya, Kepala Distrik Mugi-Yogosem, Welinton Siep, menegaskan bahwa wilayahnya selama ini aman dan tidak pernah terjadi konflik antara TNI dan kelompok bersenjata.

‎”Kami di daerah ini tidak pernah mengalami konflik horisontal, apalagi antara TNI dan OPM. Kehadiran pos TNI justru membuat masyarakat kami merasa terganggu dan tidak leluasa dalam beraktivitas,” ujar Welinton.

‎Ia menegaskan, aktivitas harian masyarakat seperti berkebun dan berburu menjadi terhambat sejak keberadaan pos tersebut. Hal ini dikarenakan masyarakat merasa diawasi dan tidak nyaman, terutama saat membawa alat-alat tradisional seperti kapak, parang, dan panah.

‎Masyarakat dua distrik itu meminta agar pos TNI yang baru ditempatkan segera ditarik dari wilayah Siep-Asso. Mereka menyatakan bahwa keamanan selama ini sudah cukup dijaga oleh Polsek dan Koramil Kurima, tanpa perlu tambahan pasukan non-organik.

‎Henius Asso, yang juga bertindak sebagai pengacara hukum masyarakat, menegaskan bahwa wilayah tersebut termasuk zona aman.

‎”Tidak ada kontak tembak dan tidak ada OPM di sini. Kami heran dengan penempatan pos militer di wilayah yang selama ini aman. Kami menolak keberadaan TNI non-organik karena mengganggu ketenangan warga,” jelas Henius.

‎Dalam kesempatan itu, aspirasi masyarakat secara resmi diserahkan oleh Sekretaris Tim Peduli Siep-Asso kepada Komandan Pos TNI, Lettu Inf Edi Saputra, di hadapan masyarakat.

‎Menanggapi aspirasi tersebut, Lettu Inf Edi Saputra menyampaikan terima kasih atas penyampaian aspirasi secara terbuka dan damai.

‎”Kami ditugaskan oleh negara dan akan menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab kami. Kami hadir di sini untuk melaksanakan pengamanan wilayah sesuai arahan komando,” ujarnya singkat.

‎Acara penyampaian aspirasi ini berlangsung tertib dan menjadi wujud partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban serta menyuarakan hak-hak mereka di wilayah Yahukimo. [Yos/red]