Pemprov Diminta Dorong Bangun Pabrik Kripik di Kabupaten Sarmi

1187

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua di minta untuk mendorong ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan pabrik agar dapat mengolah seluruh hasil pertanian dan perkebunan yang ada di “kota ombak” Kabupaten Sarmi.

Bupati Kabupaten Sarmi, Eduard Fonataba mengatakan hasil bumi di wilayahnya sangat berpotensi untuk diolah menjadi keripik. Diantaranya keladi, kasbi, dan pisang. Dengan demikian, keberadaan pabrik tersebut, diyakini mampu meningkatkan perekonomian maupun kesejahteraan rakyat.

“Sebab hasil bumi ini dapat diolah menjadi keripik oleh pabrik. Sehingga bisa tumbuh investasi, lapangan pekerjaan, ekonomi meningkat serta hal lain yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di Sarmi,” katanya kepada wartawan di Jayapura, Senin (12/3/2018)

Menurut Eduard, belum lama ini tim dari pemerintah provinsi dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), telah potensi kelapa serta kakao yang ada di Sarmi. Dalam kunjungan itu, tim tersebut berpesan agar pengembangan komoditi daerah dapat terus ditingkat.

Pihaknya pun telah secara resmi menyampaikan permohonan pembangunan pabrik untuk mengolah hasil bumi di Sarmi. Kendati tidak membangu pabrik, dirinya berharap agar seluruh hasil bumi dapat dicarikan pasar. Sehingga hasilnya dapat dijual secara berkesinambungan.

“Dan (usulan) ini sudah disanggupi (oleh tim yang berkunjung itu). Mudah-mudahan usulan ini bisa segera terealisasi sehingga masyarakat Sarmi bisa hidup dalam keadaan yang lebih baik serta sejahtera,” harap dia.

Pada kesempatan itu, dirinya pun mengajak para investor di dalam maupun luar Papua agar dapat menginventasikan dananya serta melirik seluruh potensi yang ada di Kabupaten Sarmi, untuk dikembangkan sehingga mampu meningkatkan perekonomian daerah.

Sebelumnya, Bupati Sarmi mengklaim telah berhasil mendorong masyarakat setempat mengolah hasil bumi kelapa menjadi minyak goreng lokal bermerk PHICO (Papua Home Industry Coconut Oil) yang kini tingkat penjualannya sudah jauh lebih tinggi dibanding minyak hasil olahan dari sawit.

Meski tak merinci, Bupati Kabupaten Sarmi Eduard Fonataba menilai masyarakat merespon positif keberadaan PHICO yang dinilai higienis dan baik untuk kesehatan tubuh.

Tak hanya itu, pihaknya berhasil mendorong masyarakat pembudidaya untuk membuat air mineral dan sabun merk PHICO yang dapat dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit. [Piet]