9 Tahun Pemerintah Tutup Mata, Geisler AP Siap Rebut Sabuk WBA di Gor Waringin

0
143

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Petinju Profesional asal Papua, Geisler AP akan bertanding dalam tinju Internasional mempertahankan sabuk WBC Asia Pasifik dan merebut sabuk WBA di Gor Waringin Kotaraja-Jayapura, Sabtu (20/7/2019) mendatang. Dalam pertandingan tersebut, Geisler Ap dijadwalkan akan bertarung melawan Muhammad Bilal asal Pakistan.

Namun, hingga H-11 jelang pertandingan, Geisler bersama tim relawan Papua Boxing 2019 atau relawan Geisler Ap masih terus berupaya mencari dana untuk menyukseskan pertandingan itu.

Menurut Ketua Panpel Tinju Profesional Indonesia Part 3 Papua Boxing 2019, Thedy Pekei, untuk menyukseskan event Indonesia Part 3, pihaknya masih ikut berjuang mencari sponsor demi mendukung Geisler Ap.

Sebab menurutnya, event yang dihadapi merupaka ivent yang sangat luar biasa sehingga membutuhkan dana yang besar. Tentu Geisler membutuhkan adanya sponsor.

“memang ivent ini membutuhkan sekira 400 juta, baik itu administrasi, konsumsi, publikasi, ring, sewa tempat, biaya kedatangan Presiden WBA, Presiden Tinju Asia dan juga lawan kami Muhammad Bilal,” ungkap Thedy dalam keterangan persnya di Kotaraja-Jayapura, Selasa (9/7/2019) siang.

Meski diakuinya bahwa kehadiran Gesiler dalam dunia tinju Pemerintah terkesan menutup mata, namun Gesiler tetap menunjukan kepada dunia bahwa Papua juga ada sosok petinju terbaik.

“Memang dari pemerintah terbilang minim dalam mendapatkan dukungan. Ya, ada dukungan dari Bupati Jayapura, Wali Kota Jayapura dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua namun terbilang minim,” katanya.

Meski belum ada perhatian dari Pemerintah, Geisler   bakal ikut bertanding dalam tinju Internasional mempertahankan sabuk WBC Asia Pasifik dan merebut sabuk WBA di Gor Waringin Kotaraja-Jayapura, Sabtu (20/7/2019) mendatang.

Menurut Thedy, pertandangan nanti Geisler Ap akan membawa bendera Merah Putih, artinya pemerintah pusat juga perlu mendapat dukukungan selain meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua.

“Dampak bila event tersebut gagal dijalankan, maka sabuk WBC yang telah diraih Geisler akan ditarik kembali dan jika ingin bertarung lagi, harus dimulai dari awal,” paparnya.

Sementara itu, Geisler Ap menyampaikan, untuk mendapat gelar yang ada memang tak mudah dan harus jatuh bangun. Ia juga ungkapkan banyak kendala yang ditemui termasuk saat pertandingan WBC Asia Pasifik lalu.

“Dalam aturan WBC Asia Pasifik 4 bulan sekali kita harus pertahankan, paling cepat 3 bulan. Artinya kalau kita tidak membuat pertandingan di saat ini, maka gelar yang saya raih akan dicopot,” ungkapnya.

“Kita sudah jatuh bangun, saya mulai dari peringkat 15 dan sampai juara Nasional dan sekarang Internasional Asia Pasifik. Sejauh ini saya sebagai satu-satunya puta Papua yang berhasil merain gelar WBC. Nanti di saat yang sama saya akan pertahankan WBC dan merebut WBA, perhatian masih minim, saya harapkan ada campur tangan lebih dari pemerintah,” ungkapnya lagi.

 

Dilanjutkan, saat ini adapula kendala lainnya yakni pihak penyelenggara belum kantongi surat ijin keramaian dari Polres Jayapura Kota. “Surat ijin itu sangat penting, karena melalui surat itu visa dari lawan  dan badan tinju WBC dan WBA bisa diuruskan,” lanjutnya.

Kendati demikian, Geisler akui telah siap untuk bertarung melawan Muhammad Bilal pada 20 Juli mendatang dengan kelas Welter ringan 63,5 Kg.

Dikesempatan yang sama, Manager Geisler Ap, Mahrit Kaway SH menambahkan sangat prihatin dengan kondisi ini. Dan karenanya, timbul pula pertanyaan terkait pelaksanaan PON 2020 jika di 20 Juli nanti pelaksanaan event tersebut batal dilaksanakan.

“Kalau ini tidak dilihat jeli oleh pemerintah maka ada tanda tanya besar untuk PON 2020. Sejak 2010 pemerintah seakan lepas tangan, yang  rutin membantu kami bupati Jayapura, jadi melalui kesempatan ini kami harapkan perhatian juga ada dari pemerintah dan donatur lain, apa lagi Geisler Orang Asli Papua,” ujarnya.

Diungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua acuh tak acuh walaupun pihaknya sudah mendatangi secara langsung. “Kami akan datangkan partai-partai lain yang akan berlaga di event itu, tapi sampai saat ini belum ada dana, kami bersama relawan masih terus berjuang,” tukasnya. [ayu]