
SENTANI, PapuaSatu.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura berupaya mengangkat kembali potensi komoditas kakao di wilayahnya.
Salah satu langkahnya, sebagaimana digelar Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura yang mengajak stakeholder terkait berdiskusi dalam Forum Group Discussion (FGD) di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah Sentani, Selasa (11/11/25).
Dalam rapat yang dipimpin Asisten II Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, MKP dihadiri Kadis Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, Terry Ayomi, unsur OPD terkait di Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura, LSM atau Non Governance Organisation (NGO) serta pengusaha bidang kakao.
Terry Ayomi mengungkapkan bahwa mengungkapkan bahwa melalui FGD tersebut pihaknya berupaya melihat kontribusi dan interaksi antara para pemangku kepentingan yang terkait dengan budi daya tanaman kakao.
“Karena kita lihat secara luas wilayah kabupaten kita ini luasnya besar. Tapi kita punya tanaman kakao ini tidak terlalu banyak,” ungkapnya saat ditemui wartawan usai FGD.
Dikatakan, saat ini Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura lebih fokus untuk melakukan pemetaan untuk mendapatkan data yang valid terkait luas tanaman kakao di Kabupaten Jayapura.
“Bahkan bila mungkin kita bisa kejar berapa banyak jumlah pohon kakao yang ada di Kabupaten Jayapura,” jelasnya.
Pihaknya juga berupaya mendata hingga hilir dengan mengundang pihak karantina untuk mendapatkan data ekspor kakao.
“Makanya tadi kita undang juga teman-teman pengusaha yang selama ini mendampingi kita punya masyarakat di kampung,” ujarnya.
Dikatakan, bahwa secara garis besar dapat terlihat sebenarnya perputaran uang dari usaha kakao di kampung-kampung sudah banyak hanya saja data mulai hulu hingga hilir belum terintegrasi.
“Kita belum tahu data-data pribadi, data primernya,” jelasnya.
Ia berharap dalam waktu dekat sudah bisa mendapat gambaran keseluruhan berdasarkan data yang valid, yang akan menjadi bahan untuk dipresentasikan kepada Bupati.
Yang mana, saat ini sumber daya manusia (SDM) petani kakao lebih didominasi warga yang sudah berusia lanjut, karena kurangnya minat para pemuda untuk bertani.
Padahal, kata Terry Ayomi, bahwa potensi kakao dalam menghasilkan pendapatan di masyarakat sangat menjanjikan.
Karena itu perlu ada pemberian motivasi agar masyarakat bisa lebih giat dalam usaha perkebunanan kakao.[yat]










