Barantin Gagalkan Penyelundupan Burung Cenderawasih di Bandara Sentani-Papua

Caption : Barantin Gagalkan Penyelundupan Burung Cenderawasih yang sudah mati dalam paket styrofoam di Bandara Sentani-Papua.
Caption : Barantin Gagalkan Penyelundupan Burung Cenderawasih yang sudah mati dalam paket styrofoam di Bandara Sentani-Papua.

JAYAPURA, PapuSatu.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Papua berhasil menggagalkan upaya penyelundupan burung cenderawasih kerah besar (Lophorina superba) di Bandara Sentani, Jayapura, Rabu (24/9/2025).

‎Keberhasilan ini berkat sinergi Karantina Papua dengan petugas keamanan bandara (Avsec) dalam pengawasan rutin lalu lintas kargo.

‎Kepala Karantina Papua, Lutfie Natsir, menegaskan, burung endemik asal Papua tersebut ditemukan dalam kondisi mati, terbungkus rapi di dalam paket styrofoam yang mencurigakan. Temuan ini terdeteksi melalui mesin X-ray saat proses pemeriksaan kargo.

Caption :  Barantin saat menggagalkan Penyelundupan Burung Cenderawasih yang sudah mati dalam  paket styrofoam di Bandara Sentani-Papua.
Caption : Barantin saat menggagalkan Penyelundupan Burung Cenderawasih yang sudah mati dalam paket styrofoam di Bandara Sentani-Papua.

‎“Barantin terus berkomitmen mengawasi lalu lintas satwa dan tumbuhan langka, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Penyelenggaraan karantina bertujuan mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya HPHK, HPIK, dan OPTK,” ujar Lutfie dalam siaran pers, Kamis (25/9/2025).

‎Dikatakan, Burung cenderawasih kerah besar termasuk jenis satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/Kum.1/12/2018. Pelarangan peredarannya juga diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

‎Setelah dilakukan pemeriksaan, barang bukti diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua untuk proses hukum lebih lanjut.

‎Lutfie menyampaikan apresiasi atas dukungan Avsec Bandara Sentani dalam upaya pengawasan yang ketat. “Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga. Papua adalah rumah bagi banyak satwa endemik, termasuk cenderawasih. Menjaga kelestariannya adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

‎Karantina Papua menegaskan pentingnya pengawasan di seluruh jalur masuk dan keluar untuk mencegah praktik ilegal yang dapat mengancam keanekaragaman hayati serta merugikan ekosistem dan ekonomi nasional. [loy]