
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua, Naek Tigor Sinaga mengungkapkan, penyelenggaraan PON di Papua membawa dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian Papua di Tahun 2021.
“Pada Tahun 2021, kegiatan PON diperkirakan akan membawa peningkatan PDRB sebesar 1.222,84 milyar atau 0,69-1,09 persen (atas dasar harga konstan 2020),” ungkapnya dalam kesempatan Bincang-Bincang Media (BBM) via zoom meeting dengan wartawan ekonomi dan bisnis di Jayapura, Senin (6/9/21).
Dipaparkan, sumber peningkatan PDRB tersebut berasal dari beberapa sektor, diantaranya yang terbesar adalah dari sektor konstruksi dengan sumbangan pada PDRB Papua sebesar Rp 851,88 milyar atau 4,5-5,0 persen (yoy).
Kedua adalah dari sektor transportasi dan pergudangan sebesar Rp 93,31 milyar atau 1,5-2,3 persen (yoy).
Urutan ketiga dari sektor informasi dan komunikasi sebesar Rp 107 milyar atau 1,3-2,1 persen (yoy).
Berikutnya berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar Rp. 83,73 milyar atau 04-0,8 persen (yoy).
Urutan kelima adalah dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 83,18 milyar atau 8,5-9,3 persen (yoy).
Dan untuk jasa lain-lainnya diprediksi menyumbang Rp 1,93 milyar atau 0,1-0,3 persen (yoy).
Kehadiran sekitar 25 ribu orang, baik atlet maupun official serta pengunjung lainnya, juga akan memberikan sumbangan pada perekonomian di Papua yang cukup signifikan.
“Pelaksanaan PON ini bisa ada penonton ataupun tanpa penonton. Kami perkirakan kalau ada 10 ribu penonton domestik, itu bisa menambah ekonomi sekitar Rp 7 milyar,” ungkapnya.
Penambahan lebih besar bila ada penonton dari luar Papua. Yang diprediksikan bila ada 10 ribu penonton dari luar Papua, bisa menambah ekonomi Papua sebesar 32-58 milyar.
Kontribusi penyelenggaraan PON yang cukup signifikan tersebut, menurut Kepala KPw BI Papua menjadi momentum dalam upaya pemulihan ekonomi sektor non tambang bagi Provinsi Papua.
Belum lagi dikaitkan dengan upaya penanganan pandemi Covid-19 yang sangat erat kaitannya dengan upaya pemulihan ekonomi di seluruh dunia.
“Dengan adanya PON, juga dilakukan percepatan vaksinasi untuk masyarakat di sekitar venue, yang tentunya akan berdampak pula terhadap upaya pemulihan ekonomi kedepan,” jelasnya.
Yang mana, di sejumlah negara maju di dunia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Pertumbuhan ekonomi tersebut dikaitkan erat dengan upaya vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat di negara-negara tersebut yang sudah diatas 50 persen.[yat]










