BI Perkenalkan Ke Publik Siapa Anak Papua Yang Gambarnya Terpampang di Uang Rp75 Ribu

Kepala KPw BI Provinsi Papua, Tigor Naek Sinaga saat memperkenalkan Agustinus Rumere, dengan menunjuk gambarnya di uang Rp.75 ribu, Selasa (25/8/20)
Kepala KPw BI Provinsi Papua, Tigor Naek Sinaga saat memperkenalkan Agustinus Rumere, dengan menunjuk gambarnya di uang Rp.75 ribu, Selasa (25/8/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam kesempatan merilis dibukanya penukaran uang Kemerdekaan RI ke-75 secara kolektif, Selasa (25/6/20), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papia, Tigor Naek Sinaga memperkenalkan anak Papua yang menjadi salah satu dari 9 anak Indonesia, yang gambarnya terpampang pada uang tersebut.

Anak tersebut bernama Agustinus Rumere, yang saat diperkenalkan ke awak media di Kota Jayapura, datang bersama mamanya Fitriani Rumere, yang merupakan salah satu karyawan di KPw BI Papua.

Anak laki-laki dari 2 bersaudara yang lahir di Jayapura pada tanggal 8 September 2010 tersebut merupakan anak dari Mace Fitriyani Seseray, yang merupakan salah satu tenaga kerja di Bank Indonesia.

“Agustinus ini bersekolah di SD Inpres 3, yang saat ini masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar di Kota Jayapura,” ungkap Tigor Naek Sinaga memperkenalkan.

Agustinus Rumere yang bercita-cita jadi pilot mengaku sangat senang, karena fotonya terpampang di uang yang pastinya dilihat oleh seluruh masyarakat di seantero nusantara.

Demikian juga orang tua Agustinus, juga menyampaikan rasa bahagianya pada kesempatan tersebut.

“Saya terlalu bangga melihat anak saya masuk pada Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia,” ungkap Fitriani Rumere.

Namun demikian, Kepala KPw BI Papua menyatakan bahwa tujuan utama dari Bank Indonesia mengangkat gambar dari anak-anak berpakaian adat adalah untuk memperteguh kebinekaan melalui pakaian adat yang digunakan oleh anak-anak mewakili wilayah barat, tengah dan timur di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan belum pernah digunakan pada desain Uang Rupiah.

Untuk penukaran uang kemerdekaan secara kolektif, Tigor Naek Sinaga mengungkapkan, untuk pendaftarannya adalah tidak sama dengan penukaran sendiri-sendiri.

Yakni dengan terlebih dahulu mendonload formulir yang disiapkan melalui website https://pintar.bi.go.id.

Formulir tersebut kemudian diisi daftar anggota kelompok, apakah dari lingkungan RT, kelompok arisan, ataupun yang lainnya.

Pihak yang ditunjuk oleh kelompok tersebut mendaftarkannya melalui email Bank Indonesia di daerah, yang akan dijawab berupa notifikasi melalui email.

Selanjutnya, Pihak yang ditunjuk datang secara langsung ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua dengan membawa, KTP asli pihak yang ditunjuk, Surat permohonan asli, Fotocopy KTP penukar yang terdapat pada daftar pemesanan, dan Bukti pemesanan yang diterima melalui email, serta uang tunai sejumlah uang peringatan yang akan ditukarkan.

Tigor Naek Sinaga pun mengimbau agar warga yang sudah pernah menukarkan uang Rp75 ribu tersebut untuk tidak ikut mendaftar secara kolektif, karena tetap ketahuan dan tidak bisa diproses penukarannya.[yat]