Buka Muswil Perempuan Bangsa-PKB Papua, Nihayatul Wafiroh: Dorong Lebih Banyak Perempuan Papua Masuk Politik

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dewan Pimpinan Wilayah Perempuan Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Papua menggelar Musyawarah Wilayah di Horison Hotel Kotaraja, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa-PKB, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, MA bersama pengurus Perempuan Bangsa-PKB cabang kabupaten/kota se-Provinsi Papua.

Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh yang akrab dengan panggilan Ninik mengatakan, muswil ini merupakan bagian dari rangkaian musyawarah wilayah seluruh Indonesia.

“Terkait musyawarah wilayah, jadi perempuan bangsa adalah salah satu badan partai di Partai Kebangkitan Bangsa atau ini adalah salah satu badan partai perempuan di Partai Kebangkitan Bangsa,” ujar Ninik saat ditemui wartawan di Kotaraja.

“Kita saat ini sedang melakukan musyawarah wilayah seluruh Indonesia yang nantinya kita berharap seluruhnya dari 38 provinsi akan selesai pada maksimal tanggal 15 Juli ini. Seluruh musyawarah wilayah selesai dan nantinya akan ada pelantikan serentak tanggal 22 Juli 2026 ini berbarengan dengan Harlah Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada 22 Juli 2026 akan digelar pelantikan DPC PKB seluruh Indonesia sekaligus pelantikan pengurus Perempuan Bangsa tingkat provinsi se-Indonesia di Jakarta.

Ninik menegaskan pentingnya keberadaan Perempuan Bangsa untuk menjawab tantangan keterwakilan perempuan di politik.

“Kenapa perempuan ini penting? Karena salah satunya adalah kita berpijak pada 30% kuota perempuan. Karena selama ini kita tahu bahwa pemilih kita perempuan cukup banyak namun ketika persoalan masalah untuk mencari caleg perempuan ini PR bukan hanya di PKB, hampir seluruh partai,” katanya.

Ia berharap dengan kepengurusan Perempuan Bangsa yang tertata rapi mulai pusat hingga cabang, akan semakin banyak perempuan yang masuk ke dunia politik.

“Pengalaman perempuan di politik ini tidak bisa diwakilkan. Pengalaman perempuan untuk mengambil kebijakan ini tidak bisa diwakilkan harus perempuan sendiri yang mengambil kebijakan. Kita mendorong semakin banyak perempuan Papua yang bisa masuk ke politik sehingga banyak kebijakan-kebijakan dan suara-suara perempuan Papua yang bisa didengar dan diambil kebijakannya baik tingkat pusat, tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten kota. Dan tentunya ini untuk meningkatkan suara Partai Kebangkitan Bangsa bukan hanya di Papua tapi sampai tingkat pusat,” tegasnya.

Origenes Kambuaya, SH, MM, selaku Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pengurus dan puan bangsa atas terselenggaranya musyawarah wilayah ini. Saya memandang kegiatan ini bukan sekedar agenda organisasi, melainkan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan harapan ke depan bagi kemajuan masyarakat Papua,” ujarnya.

Origenes juga menyoroti peran perempuan Papua. “Hadirin yang saya hormati, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembangunan suatu daerah. Di tanah Papua, kita mengenal sosok mama-mama Papua sebagai simbol ketangguhan, kasih sayang, keteladanan, dan kekuatan yang menjaga keluarga, talibus menopang kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Ketua DPW PKB Papua, H. Heru Suroso, S.Pdi,M.Si menyebut muswil ini menjadi sejarah karena baru pertama kali digelar di Papua.

“Karena ini muswil yang pertama kali diadakan di Papua. Selama ini belum pernah ada muswil, baru kali ini muswil Perempuan Bangsa yang diadakan di Papua. Untuk persiapan juga untuk ke depan,” kata Heru.

Ia menegaskan seluruh mesin partai akan digerakkan untuk target 2029.

“Jadi semua mesin-mesin partai yang ada di PKB kita akan gerakkan memang untuk bagaimana PKB untuk 2029 bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk melayani masyarakat. Karena kalau PKB banyak keterwakilan baik itu di DPR maupun di eksekutif maupun legislatif maka dia akan berbuat lebih banyak lagi dan bermanfaat untuk masyarakat yang ada di Papua,” jelasnya.

Terkait kepengurusan di daerah, Heru memastikan semua berjalan. “Semua jalan. Jadi semua organisasi di tingkat Kabupaten dan Kota alhamdulillah semua jalan,” katanya.

Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Papua sekaligus Ketua Panitia, Ria Palalo menyebut muswil ini sebagai momentum strategis.

“Musyawarah wilayah yang kita laksanakan hari ini bukan hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga merupakan momentum untuk memperkuat peran Perempuan Bangsa sebagai mitra strategis Partai Kebangkitan Bangsa dalam mendorong pemberdayaan perempuan, memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Papua,” ujar Ria.

“Forum ini bukan hanya menjadi mekanisme untuk mempertanggungjawabkan amanah kepengurusan selama satu periode, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi, menyusun arah organisasi, serta memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan Perempuan Bangsa di Provinsi Papua,” pungkasnya.[redaksi]