Cerita Mama Alfonsina Padua, UMKM Animha Yang Mendapat Stand Pameran di Kompleks Stadium Kampung Harapan

Mama Alfonsina saat melayani pengunjung di stand Animha yang disiapkan PB PON di sebelah Stadium Lukas Enembe, Kamis (7/10/21)
Mama Alfonsina saat melayani pengunjung di stand Animha yang disiapkan PB PON di sebelah Stadium Lukas Enembe, Kamis (7/10/21)

SENTANI, PapuaSatu.com – Di setiap venue pertandingan PON XX Papua 2021 banyak dijumpai para pengrajin souvenir yang memamerkan hasil kerajinannya.

Hal itu terutama di sekitar kompleks stadion Kampung Harapan yang terdiri dari tiga venue, yaitu venue aquatic, venue Istora Papua Bangkit dan Stadium Lukas Enembe.

Salah satunya adalah mama Alfonsina Pandua, yang dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Merauke untuk mewakili UMKM Kabupaten Merauke dalam memamerkan hasil-hasil kerajinannya.

“Saya dari Kabupaten Merauke ditunjuk untuk membuat souvenir untuk para atlet dan official, saya juga ditunjuk mewakili UMKM Kabupaten Merauke untuk di Provinsi mengikuti pameran ini,” ungkap mama Alfonsina saat ditemui media online ini di stand Animha yang disiapkan PB PON di sebelah Stadium Lukas Enembe, Kamis (7/10/21).

Mama Alfonsina merupakan satu-satunya UMKM yang ditunjuk mewakili Kabupaten Merauke untuk memamerkan hasil kerajinan selama perhelatan akbar olahraga nasional empat tahunan tersebut.

“Saya sangat bersyukur sekali, meski di dalam keadaan Covid-19 tapi perekonomian masih bisa berjalan dibandingkan dengan Tahun Kemarin,” ungkapnya.

Ia mengerjakan souvenir bersama anggota kelompok dan anak-anak Kabupaten Merauke yang diajarinya untuk membuat hasil karya berupa kerajinan khas Papua, seperti mahkota kepala, noken, tas, dan anyaman-anyaman lainnya.

Mama Alfonsina pun tidak memikirkan soal untung rugi secara materi, dan memilih semuanya diserahkan kepada Tuhan yang mengatur.

“Ketika ikut pameran-pameran, ada orang belanja kita bersyukur, tidak juga kita bersyukur, karena rezeki yang mengatur kan Tuhan,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan PON XX, souvenir yang banyak dibeli pengunjung yang datang adalah mahkota yang terbuat dari kulit kayu dengan hiasan bulu kasuari yang dijualnya Rp. 100 ribu per buah.[yat]