
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dinas Kesehatan Provinsi Papua bersama mitra yakni tim gugus tugas COVID-19 Kabupaten/Kota Provinsi Papua, WHO, UNICEF dan GAPAI melakukan persiapan menjelang Bulan Timbang pada bulan Februari nanti.
Bulan Timbang juga merupakan bulan dimana akan dilakukan pemberian pelayanan kesehatan balita yang holistik dan komprehensif termasuk imunisasi dan pemberian vitamin A di posyandu-posyandu.
Kepala UNICEF Kantor Papua-Papua Barat, Aminuddin Ramdan mengungkapkan, di Indonesia ada 10,2 persen balita yang dinyatakan kurus atau malnutrisi akut.
“Itu jumlahnya sekitar 6,2juta anak. Di Papua sendiri jumlahnya sekitar 10,3 persen balita yang mengalami malnutrisi akut, maka itu adalah tantangan yang harus kita tangani bersama dengan cara skrining atau dicari dengan cepat lalu dirujuk untuk bisa dilakukan proses penanganan dengan tepat sehingga mereka bisa dihindarkan dari resiko-resiko akibat sistem kekebalan tubuh melemah atau kekurangan gizi,” ungkapnya saat zoom meeting, Kamis (28/1).
Menurutnya, salah satu metode paling tepat adalah gunakan pita lila ssbagai skrining awal. “Saya berharap tenaga kesehatan agar bisa menjamin kelangsungan pelayanan gizi dan patuhi protokol kesehatan agar masyarakat juga aman dan nyaman,” ujar Ramdan.
Membuka kegiatan tersebut, Kasie Kesga dan Gizi Dinkes Provinsi Papua, Drg. Christine Siregar, M.Kes mewakili Kepala Dinkes Provinsi Papua mengingatkan bahwa beberapa hari lagi sudah memasuki Bulan Timbang.
“Hari senin sudah masuk bulan Februari. Terima kasih kepada pak Ramdan sudah mengarahkan betapa pentingnya pemberian vitamin A pada balita karena sangat penting untuk pertumbuhannya, untuk penglihatan dan untuk ketahanan tubuh,” ucapnya.
Pemberian materi dilakukan oleh ibu Lusi Ang dari Instalasi Farmasi Dinkes Provinsi Papua, kemudian Drg. Christine Siregar, M.Kes dan Dwi Kristanto dari Staf Gizi UNICEF Papua. [ayu]










