DPR Papua Berharap Kasus Pemprov VS KPK Segera Selesai

632
Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long
Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Permasalahan antara Pemerintah Provinsi Papua dan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang kini terus berlanjut diharapkan bisa diselesaikan.

Apalagi dalam kasus tersebut Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayan terhadap dua petugas KPK pada Sabtu (2/2/2019) malam di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long bidang Pemerintahan, Politik Hukum dan Ham ini, berharap agar kasus tersebut, Pemerintah Provinsi serta rakyat Papua harus memberikan dukungan moril kepada Sekda agar proses hukum yang sedang berjalan bisa selesai dengan segala prosuder yang ada.

Menurutnya kasus ini sudah masuk ke ranah hukum sehingga tidak boleh ada pihak yang mengintervensi masalah ini.

“Kita harus menghormati setiap proses hukum yang sedang berjalan, seperti halnya pak Sekda yang menghormati hukum. Apalagi Sekda memiliki jiwa besar sehingga melontarkan permintaan maaf kepada pihak KPK diberbagai media,” Along, Kamis (21/02/2019).

Untuk itu, politisi partai Golkar ini berharap agar kasus ini segera terselesaikan karena masih banyak agenda pemprov untuk menghadapi event besar beberapa waktu ke depan di Papua.  “Pemprov harus segera ambil tindakan agar masalah ini tidak berlarut sehingga menghambat kinerja OPD yang harus fokus untuk event-event besar nanti,”  ungkapnya.

Ivent besar yang akan dihadapi Pemerintah Provinsi papua yakni, pelaksanaan Pileg dan Pilpres pada bulan April 2019 nanti. Bahkan bulan depan direncanakan Presiden RI bakal berkunjung ke Papua untuk meresmikan jembatan Hamadi-Holtekam.

Bukan hanya itu, beberapa agenda pemprov yang belum selesai akibat pemasalahan tersebut salah satunya perampingan ke 35 OPD. “Kinerja OPD serta dinas-dinas terkait jalan ditempat karena belum ada kepastian perampingan OPD,”jelasnya.

Along merasa khawatir efek pada hal tersebut akan menyebabkan inflasi pada tahun ini. “Ekonomi akan terganggu dan menyebabkan inflasi , infrastruktur juga akan terhambat bila masalah ini tak kunjung selesai,”pungkasnya. [ayu]