
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ibadah Raya yang dirangkaikan dengan perayaan Paskah di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Kana Koya Barat, Kota Jayapura, Papua, pada Jum’at (3/4/2026), menjadi momen refleksi iman bagi umat Kristiani dalam mengenang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Ibadah tersebut dipimpin oleh Gembala Jemaat GPdI Kana, Pdt. Samuel Gerungan.
Dalam khotbahnya, Pdt. Damel mengangkat perikop tentang kematian Yesus. Ia menjelaskan bahwa Paskah mengingatkan umat percaya akan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.
Mengutip Yohanes 19:30, “Sudah selesai,” Pdt. Samuel menjelaskan bahwa perkataan terakhir Yesus tersebut mengandung makna mendalam, yakni tuntasnya rencana keselamatan Allah bagi manusia.
“Melalui pengorbanan-Nya, Tuhan telah menyelesaikan seluruh rencana keselamatan yang dinyatakan dalam Alkitab,” ujarnya.
Seperti peristiwa dalam Matius 27:50-51, saat Yesus menyerahkan nyawa-Nya dan tabir Bait Suci terbelah dua.
Menurutnya, peristiwa itu melambangkan terbukanya hubungan antara manusia dengan Allah. “Dahulu hanya imam yang dapat masuk ke ruang kudus, tetapi kini semua orang memiliki akses untuk datang kepada Allah,” jelasnya.
Keselamatan, jelas Pdt Samuel, itu berasal dari Allah semata, dan pengorbanan Yesus merupakan bukti kasih-Nya yang besar bagi dunia.
Sehingga mengajak untuk hidup dalam kasih dan kebenaran, bukan karena kewajiban, melainkan sebagai respons atas kasih Tuhan.
Pdt Samuel mengingatkan jemaat untuk tidak merasa tidak layak datang kepada Tuhan. “Siapapun yang datang kepada-Nya akan memperoleh pengampunan dan kelegaan. Tuhan telah membuka jalan keselamatan bagi semua orang,” katanya.
Ibadah Paskah ini diharapkan dapat memperkuat iman jemaat serta mengingatkan kembali akan kasih dan pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia.
Dalam ibadah tersebut, dirangkaikan perjamuan kudus bersama Jemaat GPdI Kana. [redaksi]










