ISBI Tanah Papua Fokus Pada Peningkatan SDM Kaum Milenial Seniman Akademisi Papua

0
685
Caption : Rektor ISBI Papua Prof. DR. I Wayan Rai S. MA bersama Dosen Penguji dan Mahasiswa Semester Akhir, saat foto bersama di ruang ujian Kampus ISBI Papua, Jum’at 18 Oktober 2019. Foto : Miki Wuka/PapuaSatu.com
Caption : Rektor ISBI Papua Prof. DR. I Wayan Rai S. MA bersama Dosen Penguji dan Mahasiswa Semester Akhir, saat foto bersama di ruang ujian Kampus ISBI Papua, Jum’at 18 Oktober 2019. Foto : Miki Wuka/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.comRektor Institut Seni Budaya Indonesia ISBI Tanah Papua selalu mengarahakan para staf dan dosen serta mahasiswa agar selalu fokus pada sivitas Kampus.

Pasalnya, di era revolusi industri 4.0 ini perlu kreaivitas SDM untuk bersaing dengan perkembangan seni budaya di tingkat global, sehingga anak-anak muda sekarang perlu dibekali dengan hal-hal yang sifatnya kekinian dan nilai-nilai tradisi perlu pertahankan.

“Saya berharap mereka menjaga seni budaya leluhur Papua dan mereka tidak boleh ketinggalan dengan jaman teknologi sekarang,” ungkap Rektor ISBI Prof. DR. I Wayan Rai S. MA kepada PapuaSatu.com di ruang kerjanya, Jum’at (18/10/2019).

Orang nomor satu di ISBI Papua ini berharap, dengan adanya ujian Proposal 13 mahasiswa semester akhir ini dapat meningkatkan SDM seniman di Papua.

Dikatakan, ISBI yang satu-satunya Kampus Seni di Tanah Papua dapat menyelenggarakan tiga kegiatan pokok dalam sehari yaitu, Ujian Proposal, Workshop Animasi dua dimensi, dan Pameran Karya seni ISBI Tanah Papua. Sehingga pengabdian ISBI Tanah Papua kepada masyarakat akan terwujud.

Ditempat yang sama, Safiuddin S.Pd. selaku Wali Dosen Prodi DKV berharap agar kegiatan-kegiatan seperti workhsop animasi dan pameran karya seni lainnya yang melibatkan kaum milenial di Papua ini akan semakin intens karena pelatihan-pelatihan yang berbasis digital akan menanamkan SDM anak-anak Papua sehingga mereka juga mampu bersaing dengan kaum milenial lainnya di luar papua,” katanya.

Salah satu nilai positif yang kita ketahui bersama adalah membuka ruang yang tepat untuk anak-anak berekspresi agar energi mereka yang sangat kuat dapat diarahkan ke hal-hal positif.

“Nah, untuk menghindari anak-anak dari  hal-hal negatif itu kita perlu melibatkan kaum milenial ini dengan kegiatan-kegiatan yang bersiafat positif,” harap Safiuddin.

Sementara Ilham Murda Selaku Dosen Penguji 13 mahasiswa Semester Akhir, menegaskan, bahwa ISBI sebagai perguruan tinggi negeri baru di Tanah Papua harus melaksanakan program-program yang sifatnya pelatihan-pelatihan seperti Animasi, lukis, kerajianan tangan, Film, Fotografi, musik, dan seni tari.

Sebab menurutnya, dengan pelatihan yang dilakukan memberikan ruang bagi kaum milenial sehingga ISBI turut meningkatkan SDM kaum milenial agar bisa bersaing pada masa industri kreatif, dan ekonomi kreatif ini.

Koordinator pameran karya mahasiswa ISBU Papua, Fahcry Matlawa, berharap lima program studi di perguruan tinggi negeri seni di Papua ini perlu berkolaborasi untuk meningkatkan SDM di bidang seni dan budaya

Fahcry Matlawa yang juga perancang karya pameran Seni Mahasiswa secara spontan ini merasakan bahwa karya pameran seni musik, tari, lukis, kriya dan karya-karya seni rupa yang dilakukan sesuatu kebanggan tersendiri.

Sebab, lanjut dia,  meski kegiatan yang dilakukan selama satu hari, dirinya merasa bangga dan puas karena kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan positif yang perlu kembangkan secara bersama-sama antar prodi.

“Kekompakan kita itu nantinya dapat dimulai dari dalam kampus hingga pengapdian ISBI kepada masyarakat pun akan terwujud,” tukasnya. [miki/loy]