Kampanye Cuci Tangan Telah Dilakukan Sejak 2008 Sebelum Adanya Covid-19

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kampanye tentang mencuci tangan pakai sabun telah dilakukan sejak 2008 lalu sebelum adanya covid-19 dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat dan sasarannya adalah masyarakat kampung, masyarakat kelompok kecil dan masyarakat individu.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Feri Devidson Maikindo, ST, M.Si mengatakan, tujuan hal tersebut dilakukan adalah agar masyarakat dapat menjadi leader agar terjadi perubahan perilaku.

“Mereka (masyarakat) bersedia berubah perilaku, lalu bisa mengajak instansi lain secara integrasi melakukan intervensi teknologi salah satunya menyediakan sanitasi,” katanya kepada awak media beberapa waktu lalu di Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Setelah itu, pihak pemerintah harus menyediakan sanitasi. Ada titik tempat cuci tangan yaitu yang permanen dan non permanen.

“Non permanen kebanyakan disediakan masyarakat, dan setiap rumah tangga harus memiliki itu dan berada di beberapa titik rumah yang menjadi pusat aktifitas salah satunya di depan rumah maupun di area WC,” jelasnya.

Dari 2008, sekitar 500 kampung yang sudah dipicu dan melakukan sanitasi total berbasis masyarakat. Ada 5 pilar yakni Pilar 1 tidak buang air besar sembarangan, pilar 2 cuci tangan pakai sabun, pilar 3 pengamanan air minum dan makanan keluarga, pilar 4 pengelolaan sampah rumah tangga dan pilar 5 adalah pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Bila 5 pilar ini bisa dikelola dengan baik, maka bisa mengendalikan covid dan malaria,” tukasnya. [ayu]