Kapolda Papua : Pemberian Nama Monumental Jangan Seperti Pemberian Nama Toko

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw
Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Banyaknya ketidaksetujuan masyarakat terhadap beberapa venue atau tempat yang hendak diresmikan pada hari ini (23/10), Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw pun angkat bicara.

“Pemberian nama tempat yang monumental jangan seperti pemberian nama toko yang seperti dikontrak pemilik A, nama tokonya si pemilik A. Bila diganti, pemilik lain pakai nama lain,” katanya kepada awak media usai Polda Papua Awards 2020 di Horeg Culinary Kabupaten Jayapura, Jumat (23/10).

Ditegaskan, pemberian nama tempat monumental perlu kehati-hatian agar tidak silih berganti. “Membuat sebuah monumental seperti ini itu membutuhkan pembahasan dari semua pihak. Semua pihak harus didudukan bersama, terbuka, tidak boleh lagi ada yang ditutup-tutupi, tidak boleh main diam-diam,” tegasnya.

Terlebih lagi, melihat beberapa aksi pemalangan venue-venue yang menurut masyarakat tidak disetujui terkait pemberian nama tersebut salah satunya Stadion Lukas Enembe.

“Ya, masyarakat sentani masih ada reaksi ya yang timbul dari dewan adat sentani yang belum sependapat dengan pemberian nama Stadion,” ujarnya.

Kapolda akui, pihaknya juga mempertanyakan terkait pergantian nama bandara udara dari Bandara Udara Sentani menjadi Bandara Udara Dortheys Hiyo Eluay.

“Kami mempertanyakan, kok bisa? Dortheys Hiyo Eluay dalam catatan kepolisian dan juga kami aparat keamanan, beliau bukanlah seorang pejuang Indonesia,” tukasnya. [ayu]