
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Drs. Hamzah, M.Si, menyampaikan sejumlah program prioritas pendidikan Islam yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025.
Dalam pemaparannya, Hamzah menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara pendidikan Islam, Katolik, maupun Kristen dalam hal tujuan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Semua memiliki definisi yang sama, yaitu bagaimana kita membangun dan meningkatkan kualitas SDM, memperkuat sarana dan prasarana, serta meningkatkan kesejahteraan guru,” ujar Hamzah pada Ngobrol bareng kakanwil Kemenag Papua bersama awak media di Hotel Sunny Jayapura belum lama ini.
Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kesejahteraan Guru, Hamzah menjelaskan bahwa salah satu fokus utama adalah program peningkatan mutu dan relevansi pendidikan agama Islam. Kementerian Agama akan terus melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memastikan pembayaran tunjangan profesi bagi guru yang telah lulus PPG.
“Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum juga menjadi tanggung jawab Kementerian Agama, meski berada di bawah Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Selain itu, Kemenag Papua juga memberikan perhatian khusus kepada guru non-PNS, yang akan memperoleh tunjangan profesi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
Program lain yang menjadi prioritas adalah pengelolaan dan pembinaan pendidikan keagamaan Islam, khususnya di pondok pesantren.
Hamzah mengungkapkan bahwa Kemenag Papua akan menyalurkan bantuan operasional bagi lembaga-lembaga pendidikan di bawah pesantren, seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah, TPQ, serta Majelis Taklim.
Kemenag juga memberikan bantuan peningkatan kapasitas bagi ustaz dan ustazah, guna mendukung kualitas pengajaran di pesantren.
Selain itu, lanjut Hamzah, untuk tahun 2025 ini, Kemenag Papua meluncurkan program baru pengembangan hadis dan bahasa Jepang, yang akan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua.
”Anggaran program tersebut bersumber dari Kementerian Agama namun pelaksanaannya dilakukan melalui PPN (Pelaksana Pembangunan Nasional), ” paparnya.
Selain itu, terdapat program pembiayaan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) untuk pembangunan laboratorium, perpustakaan, serta ruang kelas di dua titik lokasi, yaitu Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura.
Hamzah juga menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan nasional yang akan diikuti oleh siswa dan guru madrasah di Papua, di antaranya Olimpiade Pendidikan Agama Islam Nasional (PAI) yang akan digelar pada 27–30 November 2025 di Serpong, Tangerang, Banten, serta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang dijadwalkan berlangsung pada 10–14 November 2025.
Selain itu, Kemenag telah melaksanakan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) tingkat nasional di SMK Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1–7 Oktober lalu, dengan tema “Mengawali Indonesia Merdeka, Namun Cukup untuk Dunia.” [loy]










