Komisi II DPRP Kunjungi Korban Kebakaran di Weref

921

Ketua Komisi II DPRP, Deerd Tabuni, SE. M. SI didampingi anggotanya, Mustakim HR, H Syamsunar Rasyid, Nikius Bugiangge dan Pendis Enumbi saat mendatangi lokasi kebakaran di Weref, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (26/10/17). Foto : Arie Bagus/PapuaSatu.com

Deerd Tabuni : Pelaku Harus Diperiksa Kejiwaannya

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni, SE. M. SI  bersama anggotanya, Mustakim HR, H Syamsunar Rasyid, Nikius Bugiangge dan Pendis Enumbi bersama sejumlah staff ahli dan staff komisi mengunjungi korban kebakaran di Weref, Dsitrik Jayapura Selatan, Kamis (26/10/17).

Dalam kunjugannya tersebut, Komisi II DPR Papua menyerahkan bantuan berupa bahan makanan, termasuk pampers dan pembalut kepada korban melalui Posko Korban Kebakaran Weref.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi II DPRP beserta rombongan menemui para korban di tenda-tenda pengungsian sementara dan mendengar keluh kesah yang dilontarkan dari beberapa warga yang menjadi korban kebakaran.

“Anak – anak kami tidak bisa sekolah, karena tidak ada seragam dan buku karena semua pada terbakar,” kata salah seorang korban menyampaikan keluhannya kepada Komisi II DPR Papua.

Selain itu, korban kebakaran ini juga membutuhkan kompor atau alat masak lainnya agar dapat digunakan untuk memasak juga meminta perhatian lantaran tenda yang digunakan panas dan terpaksa  harus tidur berdesak-desakan.

“Di dalam tenda panas, karena satu tenda untuk 20 KK. Kami takut, kalau hujan datang kami pada basah semua,” kata seorang warga.

Selain melihat kondisi warga di tenda-tenda, Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni bersama rombongan juga melihat dapur umum dan juga mengunjungi lokasi kebakaran.

Ketua RT 05 Weref, Nurjaya mengakui jika dari kebakaran itu, setidaknya ada 40 KK induk yang sebenarnya menjadi warga Weref.

“Kami harap bisa kita ingin bangun kembali, dengan catatan harus duduk bersama dengan pemilik tanah dan pemerintah untuk membahas pasca kebakaran,” kata Nurjaya kepada rombongan Komisi II DPR Papua.

Warga juga meminta agar pelaku pembakaran, FA untuk diperiksa kejiwaannya di RSJ Abepura, untuk memastikan apakah yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa atau tidak.

Untuk itu, Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni berharap ada perhatian serius dari pemerintah baik pemerintah kota maupun pemerintah provinsi terhadap korban kebakaran Weref.
Apalagi, ketika terjadi kebakaran, pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi lantaran tidak ada akses jalan, sehingga api menghanguskan ratusan rumah.

“Jadi kami sangat prihatin sekali karena mereka tidak satu pun yang bisa diselamatkan, apalagi kejadiannya jam 4 subuh, warga sedang tidur nyenyak,” ujar Deert Tabuni.

Dalam kesempatan itu, Deerd meminta Dinas Sosial untuk memberikan sumbangan pakaian layak pakai, termasuk seragam dan peralatan sekolah baik untuk SD, SMP dan SMA.

Jika lokasi itu dibangun lagi, Politisi Partai Golkar ini menyarankan agar ada pelebaran jalan masuk untuk akses kendaraan, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami minta agar pelaku diperiksa kejiwaannya, apakah benar-benar gangguan jiwa. Cek darah, apakah benar stres atau sengaja disuruh bakar, ini harus jelas,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR Papua, Mustakim HR menambahkan jika pihaknya telah mendengar keluhan warga yang membutuhkan peralatan sekolah dan alat masak.

“Memang sumbangan bahan makanan banyak tapi mereka sangat membutuhkan peralatan dapur untuk memasak dan peralatan sekolah, itu yang penting. Saya imbau masyarakat turut berpartisipasi membantu saudara kita yang terkena musibah kebakaran ini,” tutup Mustakim. (Abe)