Legislator Papua Selatan Ferry Bokowi Kecam Penembakan Warga oleh TNI di Asmat

Caption : Kiri-Legislator Papua Selatan Ferry Bokowi, kanan -Salah satu warga yang ditembak aparat TNI di Distrik Agats, Kabupaten Asmat
Caption : Kiri-Legislator Papua Selatan Ferry Bokowi, kanan -Salah satu warga yang ditembak aparat TNI di Distrik Agats, Kabupaten Asmat

‎JAYAPURA, PapuaSatu.com – Legislator Papua Selatan dari Daerah Pemilihan 7, Ferry Bokowi, mengecam keras aksi penembakan yang dilakukan oleh aparat TNI terhadap warga di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, pada Sabtu (27/9/2025).

‎Dalam insiden tersebut, satu orang warga dilaporkan tewas akibat terkena tembakan di bagian kepala, sementara seorang anak SD bernama Erik Amiyaram mengalami luka akibat serpihan peluru dan kini tengah dirawat di rumah sakit. Beberapa warga lainnya juga mengalami luka tembak di bagian kaki akibat tembakan yang dilepaskan secara membabi buta.

‎Ferry Bokowi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR Papua Selatan Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum, dan HAM, menyebut tindakan tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi dan meminta pertanggungjawaban dari pihak militer.

‎”Saya minta kepada Pangdam XXIV/MT untuk segera memproses aparat TNI yang terlibat dalam aksi penembakan ini. Mereka yang dikirim ke Asmat masih muda dan belum memahami karakter budaya masyarakat setempat,” tegas Ferry saat dihubungi media ini, Sabtu malam (27/9/2025).

‎Ferry juga meminta Kapolda Papua Selatan untuk memproses kasus ini secara hukum, karena menurutnya insiden ini merupakan tindakan kriminal murni, bukan bagian dari tugas militer.

‎”Ini urusan rumah tangga, bukan ranah TNI. Kenapa mereka harus ikut campur dan melakukan penembakan terhadap warga sipil? Mereka bukan KKB, mereka warga biasa, bahkan keluarga saya sendiri,” ujar Ferry dengan nada kesal.

‎Kronologi Kejadian

‎Menurut informasi yang diterima Ferry Bokowi, kejadian bermula pada Sabtu pagi (27/9), saat korban dan kakaknya yang dalam keadaan mabuk terlibat pertengkaran di Kompleks Dolog, Pasar Baru, Asmat. Warga sekitar yang terganggu kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

‎Polisi yang tiba di lokasi hanya menegur dan meminta keduanya untuk tenang. Setelah dinilai kondusif, polisi kembali ke Mapolres. Namun, pertengkaran kembali terjadi, dan salah satu warga melaporkan insiden tersebut ke Batalyon Infanteri 123/Rajawali.

‎Beberapa anggota TNI dari batalyon tersebut kemudian datang ke lokasi menggunakan kendaraan roda tiga (Viar). Setibanya di lokasi, korban yang masih dalam keadaan mabuk keluar sambil membawa parang. Melihat hal tersebut, salah satu anggota TNI langsung mengeluarkan senjata dan menembak korban, yang mengenai bagian mulut dan tembus ke belakang kepala, menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.

‎Tembakan selanjutnya mengenai jalan dan serpihannya mengenai empat warga lainnya, termasuk anak SD bernama Erik Amiyaram.

‎Masyarakat Marah dan Bakar Markas TNI

‎Akibat insiden tersebut, masyarakat setempat yang marah kemudian mengantar jenazah korban ke markas Batalyon 123/Rajawali sebagai bentuk protes. Namun, situasi memanas saat seorang anggota TNI kembali keluar dan melakukan tembakan rentetan ke arah warga.

‎Warga yang semakin marah kemudian menyiram bensin dan membakar markas Batalyon Infanteri 123/Rajawali. Senjata berhasil diamankan oleh aparat, namun amunisi dan granat dilaporkan ikut terbakar dalam insiden tersebut. [loy]