Lestarikan Budaya Lokal, Kemesos RI Dukung Mama-Mama Papua Buat Noken

Caption : Kasubdit Pemulihan dan penguatan sosial Dra. Sunarti.M.Si. ketika melihat noken yang suda dibuat oleh mama-mam wilayah Toli, di tempat pengungsian Polomo Sentani, Sabtu (22/6/2019) sore. Foto : Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com
Caption : Kasubdit Pemulihan dan penguatan sosial Dra. Sunarti.M.Si. ketika melihat noken yang suda dibuat oleh mama-mam wilayah Toli, di tempat pengungsian Polomo Sentani, Sabtu (22/6/2019) sore. Foto : Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com

SENTANI, PapuaSatu.com – Noken merupakan kerajinan tangan khas Papua yang berbentuk seperti tas. Bahkan fungsi dapat dipakai untuk membawa barang seperti kayu bakar, tanaman hasil panen, sampai dengan barang-barang belanjaan.

Kerajinan tangan inilah yang dilakukan oleh para mama-mama Papua wilayah Toli yang saat ini berada di tempat pengungsian di Polomo Sentani Kabupaten Jayapura atas dampak musibah banjir bandang pada 16 maret 2019 lalu.

Pembuatan Noken oleh Mama-mama Papua ini mendapat dukungan penuh dari seluruh kalangan. Kali ini Kementrian Sosial (Kemensos) RI juga memberikan dukungan penuh kepada Mama Papua untuk tidak pernah luntur terhadap pembuatan Noken.

“Iya, saya melihat kerajinan tangan seperti ini sangat baik sekali. Kita dukung karena saya lihat potensi mereka sudah ada tinggal, kita kembangkan saja untuk mengakses mereka dalam bantuan-bantuan selanjutnya,” ucap Kasubdit Pemulihan dan penguatan sosial Dra. Sunarti.M.Si. ketika memantau langsung kondisi Para Pengungsi yang ada di Polomo Sentani,  Sabtu (22/6/2019) sore.

Dirinya menuturkan, ketika melihat para pengrajinan tangan Mama-mama Papua, sempat terfikir olehnya bagaimana dirinya bisa berjejari untuk para pengerajin bisa terakses.

“Paling tidak secara personaliti saya atau kelembagaan saya di kemensos maupun kelembagaan lainnya, agar untuk menguatkan potensi sumber mereka mengembangkan usaha tersebut.  Intinya paling tidak kita bisa menguatkan mereka untuk lebih baik lagi dalam potensi mereka membuat noken,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini harus ditingkatkan oleh seluruh mama-mama Papua karena hal ini merupakan bagian dari budaya orang papua yang perlu harus di lestarikan.

Di tempat yang sama, Ketua kordinator Pengerajinan tangan, Zera Weya, meminta kepada pemerintah untuk dapat memberikan sedikit modal kepada pihaknya untuk dapat mengembangkan pontensi yang ada pada mereka, sala satunya pembuatan noken.

“Iya, kami sendiri ingin melihat kita punya sumber sendiri yakni sumber lokal atau talenta kami yang ingin kami gali, hanya saja kami terkendala denga modal atau dukungan dari pihak pemerintah untuk mengembangkannya, oleh karenanya kami meminta kepada pemerinta kabupaten Jayapura, Provinsi Papua dan Kemeso RI bisa melihat kendala atau pergumulan yang kami alami saat ini,” ucap zera Weya selaku kordinator pengerajinan tangan empat wilaya, yakni wilaya yamo, toli, pegunungan bintang, dan yahukimo.

Zera mengaku untuk saat ini pihanya bisa terus berjalan dalam membuat pengerajinan tangan karena ada dukunga dari sala satu yayasan yakni Yayasan Penginjilan (Yapelin).

Lanjutnya, untuk saat ini pihaknya hanya mendapat bantuan dari Yayasan Penginjilan, seperti benang dan cara membuat kue, oleh karena itu zera berharap dukungan dari pemerintah untuk mengembangakan budaya lokal ini. [tyi]