
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Markus Haluk sebagai Pembina Kashuokta yang merupakan kelompok Katolik Balim di Jayapura, menyerahkan 100 buku yang berjudul Pastor Frans Lieshout, OFM sebagai Gembala dan Guru bagi Orang Papua.
Penyerahan 100 buku tersebut diberikan kepada beberapa kelompok Katolik asal Lembah Balim di Jayapura, setelah Misa Ekaristi Kudus program dari Kashuokta devisi Agama pada bulan November di Gua Maria Buper Waena, Sabtu (14/11/2020).
“Jadi pembagian 100 buku tentang pengabdian Pastor Frans Lieshout, OFM dari tahun 60-2000 an bagi orang Papua ini, kami mencari momentum yang tepat untuk dibagikan kepada umat dan hari ini kami berikan kepada beberapa komunitas Katolik dari Paroki Kristus Terang Dunia Waena seperti, IPMPKDJ, Geladi Rohani, dan lima (V) Wilayah Kashuokta yang dapat hadir dalam kesempatan Misa Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh salah satu Pastor baru dari Lembah Balim Wamena, Pastor Fransiskus Wales Hilapok Pr di Goa Maria Buper ini,” jelas Markus kepada PapuaSatu.com.
Menurut Markus Haluk, et al, buku yang patut dimiliki dan dibaca oleh orang Papua itu ditulis sebagai bentuk penghormatan 56 tahun masa pengabdian almaruhum Pastor Frans Lieshout, OFM di Papua.
“Kami yakin bahwa roh dan sprit dari Pastor Frans Lieshout itu sudah dimuat dalam buku ini, maka pantas kami bagikan ke beberapa wilayah Katolik yang merupakan tempat pengabdian Beliau selama 65 tahun apalagi di daerah Lembah Balim masa pengabdiannya lebih sehingga umat katolik di Balim banyak yang ingin memiliki buku ini. Oleh karena itu untuk Balim kami sudah kirim sebanyak 100 buku dan berikutnya lagi kami akan kirim,” terangnya.
Pihaknya sebagai penulis buku tersebut, kedepan akan diusahakan semua pimpinan gereja Katolik (Biarawan-biarawati) dan para badan pengurus gereja di pedalaman-pedalaman Papua harus dapat. Karena mereka inilah hadir untuk menggenapi, menyempurnakan nilai budaya yang ada dengan Injil serta memperjuangkan Inkulturasi atau Gereja menerangi adat.
Sementara itu koordinator Kashuokta wilayah IV, Yafet Hubi mengatakan terkait pelaksanaan Misa Ekaristi Kudus yang dihadiri oleh beberapa tokoh agama dari Balim dan sekitar 100 an lebih umat Katolik, itu merupakan bagian dari program Komunitas katolik atau disebut Kashuokta dalam setiap bulan secara bergilir di lima (V) wilayah di Jayapura.
“Saya mewakili teman-teman pengurus Kashuokta wilayah IV menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak khususnya badan pengurus umum Kashuokta, pembina, dan beberapa tokoh Agama yang selalu memberikan dukungan doa dan moril bahkan memberi kepercayakaan untuk kami di Wilayah IV sebagai pelaksana Misa Ekaristi Kudus yang bertempat kediamannya saudara Meki Wetipo di Goa Maria Buper Waena,” ucap Yafet Hubi.
Yafet juga menambahkan bahwa buku yang dibagikan langsung oleh penulis, Markus Haluk, et al , “itu nanti akan timbul semangat srpitual dan nilai-nilai religi serta nilai inkulturasi bagi generasi muda Papua, karena hampir seluruh isi bukunya dibahas tetntang jati diri orang Papua. Maka yang diharapkan bagi pemilik buku tersebut, terus membaca isi buku dari Pastor Frans Lieshout, OFM sebagai Gembala dan Guru bagi Orang Papua,” harapnya. [miki]










