Merasa Tertipu, Ajudan Goliat Tabuni Bersama Tiga Pengikutnya Kembali Kepangkuan NKRI

0
74
Telangga Gire saat menyerahkan senjata Api Laras Panjang kepada Dandim 1714-Pj, Sabtu 8 Juni 2019
Telangga Gire saat menyerahkan senjata Api Laras Panjang kepada Dandim 1714-Pj, Sabtu 8 Juni 2019

MULIA, PapuaSatu.com – Ajudan Goliat Tabuni, Telangga Gire (30 tahun) bersama tiga orang pengikutnya, menyerahkan diri kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sabtu 8 Juni 2019

Telangga Gire (30 tahun) selama ini disebut-sebut sebagai tokoh utama Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang  bergerak di wilayah kabupaten Puncak Jaya menyerahkan serta berikrar kesetiaan kepada NKRI di hadapan Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo didampingi oleh 25 orang anggota Kodim di Kampung Wurak Distrik Illu Kabupaten Puncak Jaya.

Tiga orang pengikutnya tersebut masing-masing Piningga Gire (25 tahun), Tekiles Tabuni (30 tahun) dan Perengga (27 th).  Telangga dan tiga orang pengikutnya juga menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mosser dan sejumlah munisi cal. 7,62.

Telangga Gire menyatakan bahwa senjata yang diserahkan tersebut merupakan milik aparat kepolisian yang dirampas saat penyerang Polsek Karubaga Kabupaten Tolikara tahun 2013 silam.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan, proses penyerahan diri ajudan bersama tiga pengikutnya itu dari komunikasi hasil komunikasi yang dilakukan oleh seorang anggota Kodim 1714/PJ a.n  Sertu Jefri May yang berlangsung sejak tanggal 05 Mei 2019 lalu.

“ Menurut Telangga bahwa dirinya dengan beberapa orang rekannya sudah lama ingin menyerahkan diri namun tidak tahu bagaiman caranya karena takut ditembak oleh TNI/Polri,” jelas Aidi dalam presreleasenya 8 Juni 2019.

Namun setelah Telangga mengenak  Sertu Jefri Jefri May dan kawan-kawannya  maka terjalin komunikasi secara intens baik via telpon maupun dengan pertemuan secara langsung.

“Selama masa perkenalan dan proses komunikasi Sertu Jefri selalu melaporkan perkembangannya kepada Dandim Letkol Inf Agus Sunaryo untuk mendapatkan petunjuk,” ujarnya.

Dari komunikasi, Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo selalu menitip pesan bahwa TNI menjamin keselamatan mereka bila ingin menyerahkan diri secara sukarela.

“Kita semua bersaudara, mari bersama-sama membangun Papua untuk masa depan generasi kita yang lebih baik, Papua sudah merdeka dalam bingkai NKRI,” kata Aidi mengutip pesan dari Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo.

menurutunya, Telangga beserta kelompoknya secara diam-diam mengamati interaksi TNI bersama rakyat yang terlihat sangat baik dan tidak pernah menyakiti rakyat. TNI selalu membantu rakyat, termasuk TNI membantu membangun jalan dan fasilitas lainnya.

Lanjut Aidi, Kamis 6 Juni  2019 sekitar pukul 17.00 WIT empat orang anggota Kodim dipimpin Sertu Jefri May melaksanakan pertemuan dengan Telangga di Distrik Tingginambut.

Dari pertemuan itulah Telangga dan tiga pengikutinya itu bertekad menyerahkan diri kembali kepangkuan NKRI.

“Hari itu juga mereka diantar ke Makodim untuk menghadap Dandim di Distrik Mulia Puncak Jaya. pukul 23.00 WIT Letkol Agus berkoordinasi dengan Bupati Puncak Jaya Bapak Yuni Wonda S. Sos, SIP, MM tentang keinginan anggota KKSB kembali ke Pangkuan NKRI. Bupati menyanggupi akan memberikan mereka pekerjaan dan memperbaiki rumahnya,” tukas dia.

Hasil pertemuan Telangga Gire dengan Dandim, ia mengaku bahwa senjatanya disimpan di  Kampung Wurak Distrik Illu, Kabupaten Puncak Jaya dan berjanji akan menyerahkan senjata tersebut dan akan mengajak tiga orang kawannya.

“Pada hari yang telah disepakati pada 08/06/2019, Dandim beserta 25 orang tim pengaman berangkat ke Kampung Wurak untuk menjemput Telangga Gire dkk beserta senjata yang dijanjikan,” jelasnya.

Kini tambah Aidi, Telangga Gire dkk beserta senjata hasil rampasan selama ini sudah berada di Makodim dalam rangka pendataan.

Foto Bersama Telangga Gire bersama Dandim dan Anggotanya, usai menyerahkan senjata laraas panjang sekaligus kembali kepangkuan NKRI, Sabtu 8 Juni 2019
Foto Bersama Telangga Gire bersama Dandim dan Anggotanya, usai menyerahkan senjata laraas panjang sekaligus kembali kepangkuan NKRI, Sabtu 8 Juni 2019

Sementara itu Bupati Puja berencana akan melaksanakan upacara penerimaan warga pada hari Selasa 11/06/2019 dengan mengundang warga Mulia, Puncak Jaya. Bupati juga berjanji akan menyalurkan pekerjaan serta membangun rumah untuk anggota KKSB yang bersedia menyerahkan diri kembali ke pangkuan NKRI.

Telanggan Gire mengaku bahwa selama perjuangan mereka ternyata sia-sia, “Kami merasa ditipu Goliat Tabuni dan kelompoknya bahwa tidak lama lagi Papua akan merdeka dan mereka akan dijanjikan jabatan tinggi. Ternyata semuanya itu tipu-tipu saja. Kami bertahun-tahun hidup menderita di hutan, kepanasan, kedinginan, kehujanan, kelaparan dan lain-lain. Tiap hari hanya makan petatas dan keladi ambil dari kebun warga, sementara pembangunan di kampung-kampung dan di kota-kota semakin maju dan warga hidup sejahtera,” jelas dia.

Ia mengungkapkan, kembalinya ke pangkuan NKRI karena ingin melihat dan memikirkan masa depan anak-anak dan keluar yang sudah lama ditinggalkan. “Anak kamu harus sekolah agar nanti hidup mereka lebih baik tidak seperti Saya,” katanya.

“Kami mau kerja yang baik-baik agar anak-anak diurus menjadi orang yang berhasil, kata Telangga yang mengaku punya anak 13 orang dari empat orang istri dan semuanya masih kecil-kecil,” sambungnya.

Telangga mengimbau kepada seluruh rekan-rekannya yang masih di hutan agar segera kembali ke pangkuan NKRI agar bisa hidup normal sebagai masyarakat warga Negara Indonesia.

“Bahwa apa yang kita perjuangkan selama ini hanya mimpi-mimpi kosong. Kasihan anak keturunan kita. Mereka harus kita siapkan agar mereka bisa hidup lebih baik di masa yang akan datang, himbau Telangga,” tukasnya. [loy]