Meski Daerah Hijau, Bupati Waropen : Kami Terus Antisipasi Secara Ketat Penanganan Covid-19

1193
Bupati Waropen Yeremias Bisai SH
Bupati Waropen Yeremias Bisai SH

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Hingga saat ini, wilayah Kabupaten Waropen masih belum ada warga yang terdeteksi terpapar Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), yang sedang mewabah di seluruh penjuru dunia.

Melihat bahaya yang ditimbulkan oleh virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China tersebut, yakni sudah ribuan orang meninggal di seluruh dunia, Pemerintah Kabupaten Waropen melalui tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 melakukan upaya pencegahan dengan antisipasi dengan ektra ketat.

“Memang sampai saat ini belum ada warga yang terdeteksi positif Covid-19. Karena itu kami jaga, dengan cara siapa saja orang baru yang datang kami periksa, entah itu dia warga Waropen atau bukan,” tandas Bupati Waropen Yeremias Bisai SH kepada wartawan di Jayapura, Minggu (10/05/2020).

Ditegaskan, kalau diketahui bukan warga Waropen hendak masuk, langsung dilarang melanjutkan perjalannya ke Kabupaten Waropen. “Langsung disuruh keluar, enggak boleh masuk Waropen. Tapi kalau dia warga Waropen dia harus masuk isolasi dulu,” tandasnya.

Meski Waropen masih masuh daerah hijau, Pemerintah Kabupaten Waropen tetap memberlakukan pembatasan sebagaimana kesepakatan yang diambil Pemerintah Provinsi Papua terkait batas waktu aktifitas perekonomian.

“Untuk jam aktifitas masyarakat, untuk toko dan kios, itu kami sesuaikan dengan Provinsi. Itu sudah kami lakukan sejak awal,” ungkapnya.

Dikatakan, ada dua hal penting terkait penanganan Covid-19, yaitu terkait pencegahan maupun penanganan orang yang sudah terpapar virus tersebut, dan yang kedua adalah stimulus ekonomi yang warga terdampak.

“Dampaknya, seperti masalah kebutuhan makan dan minum, karena ada yang harus kehilangan pekerjaan,” jelasnya.

Dikatakan, kehadiran Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut. “Untuk itu Pemerintah Kabupaten Waropen sudah melakukan beberapa langkah strategis,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, setelah diputuskan untuk dilakukan Lockdown terkait aktifitas transportasi udara maupun air, Kabupaten  Waropen lebih awal mendatangkan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sudah ada sekitar 350 unit APD telah didatangkan ke Waropen, juga alat semprot serta ratusan liter cairan disinfektanc. Kami untuk belanja APD, itu sudah tiga kali pendropan,” jelasnya.

Pemerintah juga berupaya memberdayakan para pengurus PKK di distrik-distrik yang ada untuk membuat masker kain, dengan bantuan kain yang didatangkan pemerintah kabupaten, dan masker hasil jahitan anggota PKK akan dibagikan secara gratis kepada seluruh warga.

“Kami datangkan masker kain dalam bentuk jadi, tapi juga kami datangkan kain yang nanti kami bagikan ke masing-masing distrik,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Waropen juga sudah melakukan langkah-langkah, seperti pembagian Bama, dengan membagi per rumah.

Hal tersebut sengaja dibagikan langsung ke tiap rumah, karena bila menunggu data per Kepala Keluarga (KK), prosesnya agal lambat, karena tidak semua warga saat ini berada di tempat, karena pastinya ada warga yang sedang di luar daerah, dan lain-lain.

Sementara Bama yang dibagikan antara lain beras, mi instant, gula, the, kopi, garam, minyak goring, dan lain-lain. “Kalau menunggu data KK itu lama nantinya, karena keinginan saya seluruh Waropen dibagi, apakah dia pegawai, ASN, TNI, Polri, semua warga kita bagi per rumah

Seluruh mahasiswa yang ada di Waropen dan di luar Waropen, juga dibagi dalam bentuk tunai dengan pembagian Rp 2,5 juta per orang yang dibagi melalui transfer ke rekening masing-masing mahasiswa.

Pemerintah Waropen juga memberi bantuan kepada masyarakat Waropen di perantauan, melalui tokoh adat. [yat]