
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto S.I.P. dan Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto mewakili Kapolri melaksanakan komunikasi soal dan Video Confrence mlalui tatap muka dengan seluruh Tokoh Agama Se-Provinsi Papua, di Hotel Garden Sunni Lake Sentani-Jayapura-Papua, Jum’at (08/01/2021).
Kunjungan Panglima TNI dan Irwasum Polri bersama rombongan Mabes TNI dan Polri ke Papua, disambut langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Ignatius Yogo Triyono, Irwasda Polda Papua, Kombes Pol Alfred Papare, Ketua FKUB Lipius Biniluk dan Forkopimda Provinsi Papua dan Papua Barat, yang diawali Rapit Tes bai para tamu undangan.
Dalam pertemuan ini, Ketua FKUB Provinsi Papua, Pdt. Lipius Biniluk menyampaikan terimakasih atas kunjungan Panglima TNI dan Kapolri yang diwakili Irwasum ke Papua. “Kunjungan ini adalah satu satu bentuk kepedulian kepada masyarakat dalam melakukan komunikasi sosial kepada masyarakat,” katanya.
Pdt. Lipius mengatakan bahwa persatuan agama di tanah Papua cukup solid meski setiap agama ajarannya berbeda-beda, semua bersama-sama hidup rukun dan damai. “ oleh karenanya sampai saat ini FKUB di Papua berjalan dengan lancar karena masyarakat kita disini bisa saling menghargai perbedaan agama yang ada dan kita juga hidup dengan aman dan damai dalam perbedaan keyakinan yang ada,” katanya.
Menurut Pdt Lipius bahwa semua pimpinan gereja, tokoh agama sudah menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar jangan sampai ada konflik di tanah Papua yang timbul karena agama. Kita masih ada karena kerja keras dari tokoh lintas agama dan para tokoh Gereja sehingga sebanyak 257 (Dua ratus lima puluh tujuh) suku di Papua bisa berdamai, hidup bersama dan saling mengenal karena agama.
Mengenai wabah penyakit Covid-19 yang dihadpai seluruh masyarakat di dunia, khususnya di Papua, Sektor Lintas Agama selalu melakukan sosialisas sampai turun ke lapangan.
Ditengah pandemic Covid-19 ini, Pdt Biluk berharap kepada Panglima TNI dan Kapolri agar terus melakukan komunikasi sosial yang saat sedang berjalan.
“Jangan komunikasi ini dilakukan hanya pada saat ada masalah, tapi komunikasi dilakukan setiap saat. Mau masalah atau tidak harus dilakukan komunikasi supaya kedamaian dan kesejahteraan di tanah Papua tercapai,” ungkapnya Seraya memaparkan motto bersama yakni “ duduk bersama, berpikir bersama, memutuskan bersama, bekerja bersama, bayar harga bersama-sama karena kita sudah memutuskna dan memikirkan. Kita bayar sama-sama demi kesejahteraan bersama-sama.
Irwasum Polri, Komjen Pol Agung Budi mengatakan, mewakili Kapolri kedatangan tim ke Ppaua bersama Panglima TNI hanya untukk pengecekan penanganan Covid-19, pilkada Papua dan Papua Barat sekaligus memberikan bantuan sembako, Anti Gen dan APD di Papua.
“Keterlibatan Tokoh Agama untuk bergandengan tangan untuk membantu tugas TNI-POlri dan mengajak untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” imbaunya.
Sementara itu, Panglima TNI Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto S.I.P menyampaikan kepada seluruh para tokoh agama, pendeta yang ada di tanah Papua dan terutama kepada pdt. Lipius Biniluk.
Panglima menyampaikan terimakasih kepada masyarakat karena pilkada serentak di Indonesia, khususnya di Papua bisa berjalan aman dan damai. “Itu bentuk kerjasama yang dilakukan tokoh agama dan masyarakat yang ada di bumi papua ini,” ujarnya.
Namun melihat situasi saat ini, pandemic Covid-19 cukup tinggi di tanah Papua. Oleh sebab itu melalui tokoh sentral tokoh yang merupakan panutan bagi masyarakat agar terus memberikan imbauan kepada masyarakat.
“Saya yakin kehadiran tokoh agama umat bisa mengikutinya dengan menggeloarakan Protokol Kesehatan untuk tetap menjaga 3 M yakni, memakai Masker, Mencuci Tangan, dan menjaga jarak,” papar Panglima.
Untuk mendukung penekakan COvid-19 di tanah Papua, Panglima menegaskan, bahwa membantu sebanyak 30 ribu bantuan kepada masyarakat yakni, 10 ribu untuk Antigen, 10 ribu untuk Sembako dan 10 ribu untuk APD.
“Antigen kami kasih kepada seluruh Tokoh agama untuk melakukan testing kepada seluruh umatnya yang ada di tanah Papua dan Papua Barat. Kalau kurang saya minta bisa sampaikan kepada kembali,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Panglima bahwa saat ini program pemerintah akan melaksanakan vaksinisasi, pertama sebanyak 1,3 juta. “Vaksinasi ini lebih dulu disampaikan kepada tenaga memdis, anggota tni-polri yang kemudian kepada masyarakat sesuai perencaan pemerintah di kementrian kesehatan,” katanya.
Namun sambil menunggu dilakukan vaksinasi, Panglima mengingatkan kepada kepada tokoh agama dan seluruh masyarakat untuk tetap menerapkan protocol kesehatan dengan menggunakan masker. “ Harus tetap dilaksanakan, karena satus-satunya obat mujarap harus disiplin menggunakan masker,” tegasnya.
Panglima menegaskan bahwa vaksinasi akan melibatkan TNI-Polri akan melibatkan untuk melaksanakan tugas terbut baik di wilayah perkotaan maupun di daerah yang jauh. “Jadi kami harapkan dari pemerintah khususnya tokoh agama, mendukung kegiatan ini bersama dengan TNI dan Polri,” pungkasnya. [redaksi]










