Peduli Bencana Banjir Bandang, Ikatan Masyarakat Papua Alumni Jatim Serahkan Seragam Sekolah di Kampung Puay

0
236
Caption : Penasehat Team Relawan Ikatan Masyarakat Papua Alumni Jawa Timur, Irjen Pol Paulus Waterpauw, saat mengenakan sepatu bagi siwa PAUD di Kampung Puay, distrik Sentani Timur kabupaten Jayapura, Jum’at (17/5/2019).
Caption : Penasehat Team Relawan Ikatan Masyarakat Papua Alumni Jawa Timur, Irjen Pol Paulus Waterpauw, saat mengenakan sepatu bagi siwa PAUD di Kampung Puay, distrik Sentani Timur kabupaten Jayapura, Jum’at (17/5/2019).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Team Relawan Ikatan Masyarakat Papua Alumni Jawa Timur menyerahkan sebanyak 190 seragam sekolah kepada siswa/siswi PAUD, SD, SMP dan SMA di kampung Puay,  distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura, Jum’at (17/5/2019).

Bantuan seragam sekolah ini diserahkan langsung oleh Penasehat Team Relawan Ikatan Masyarakat Papua Alumni Jawa Timur,  Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi rombongan dari Alumni Jawa Timur.

Bantuan seragam sekolah ini untuk menindaklanjuti kunjungan Team Relawan Alumni Jawa Timur pasca bencana banjir yang terjadi pada, 16 Maret 2019 lalu.

“Kami telah berjanji untuk menyerahkan bantuan seragam sekolah baik itu PAUD, SD, SMP maupun SMA, maka kami datang ke sini pada hari ini untuk menyerahkannya,” kata Irjen Pol Waterpauw kepada para siswa/siswi yang disaksikan orang tua siswa.

Caption : Dokter Paulina Watopa, salah satu Alumni Jawa Timur saat mengenaikan pakaian seragam kepada siswi SD di Kampung Puay, distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura, Jum’at (17/5/2019).
Caption : Dokter Paulina Watopa, salah satu Alumni Jawa Timur saat mengenaikan pakaian seragam kepada siswi SD di Kampung Puay, distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura, Jum’at (17/5/2019).

Mantan Kapolda Papua dan Sumatera utara ini menuturkan, bantuan seragam bukan hanya dari Team Relawan Ikatan Masyarakat Papua Alumni Jawa Timur, akan tetapi juga bantuan dari beberapa teman dekat saat menjabat Kapolda Sumatera Utara.

“Ada Bupati  Tapanuli Utara, Bupati Simalungun, Nias, Samosir, PT. Dos Ni Roha dan Hotel Aston-Jayapura. Mereka mengulurkan tangan karena keprihatinan mereka atas bencana yang terjadi terutama kepada anak-anak sekolah. Itulah kami datang ke sini sesuai janji kami dalam kunjungan pertama,” katanya.

Oleh karenanya, Waterpauw berharap kepada anak-anak sekolah terutama kepada orang tua untuk tidak melihat dari bantuannya akan tetapi semangat atas kehadiran Tem di Kampung Puay.

Pada kesempatan itu Waterpauw mengajak anak-anak untuk tidak ikut-ikutan terhadap hal-hal yang merugikan kesehatan dan masa depan yang sedang diimpikan oleh kedua orang tua dan penerus seperti kami sekarang ini.

“Masalah kesehatan itu sangat penting, sehingga harus dijauhi narkoba dan segala bentuk yang melanggar aturan hukum. Kalau mau seperti yang sudah menjabat Kapolda maka, mulai dari sekarang harus gigih untuk belajar dan semangat. Harus dengar-dengar orang tua, patut kepada orang tua dan guru.

Waterpauw berpesan  kepada anak-anak siswa/siswi untuk harus dengar-dengaran kepada orang tua, selalu berdoa kepada Tuhan agar diberikan kekuatan dan kemampuan serta sehat selalu. “Harus patuh dan taati serta dengar-dengaran pada bapak ibu guru sehingga akan makin hebat ke depan,” pesannya.

Caption : Dokter Grace Daimboa salah satu Alumni Jawa Timur saat mengajarkan anak-anak mencuci tangan bersih di Kampung Puay
Caption : Dokter Grace Daimboa salah satu Alumni Jawa Timur saat mengajarkan anak-anak mencuci tangan bersih di Kampung Puay

Dikatakan, ketika selalu berpikir positif maka Tuhan juga memberikan anugerah yang positif. “Kita tidak bisa membedakan agama, maupun suku akan tetapi kita harus memberikan kesamaan. Itulah kita ingin menjadi sosok pemimpin di negeri ini,”  pesan dia.

Kepala Kampung Puay, Yusak Goyabo, menyampaikan terimakasih atas kegiatan social yang dilakukan. “Inilah  janji bapa kepada kami pada waktu kunjungan pasca bencana Banjir beberapa bulan lalu. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, akan tetapi biarlah Tuhan yang membalasnya,” ujarnya.

Yusak selaku perwakilan masyarakat Kampung menyampaikan permohonan maaf kepada Irjen Pol Paulus Waterpauw karena penyambutan tidak sesuai harapan.

“Inilah keadaan kami sehingga kami memiliki keterbatasan, namun kami berterimakasih karena sudah melihat kami di Kampung Puay yang berada paling ujung kabupaten Jayapura,” pungkasnya.

Ia mengungkapan, pergumulan masyarakat Kampung selama ini atas kebutuhan para pelajar di Kampung Puay kini telah dijawab. “Ini kemurahan dan berkat dari Tuhan melalui Bapak Paulus Waterpauw dan rombongan yang ada,” katanya.  [loy]